You are currently browsing the monthly archive for November 2009.

bulan-antara-bumi-matahariJudul Buku : Mengusir Matahari

Penulis       : Kuntowijoyo

Kuntowijoyo merupakan salah satu begawan kebudayaan Indonesia. Karya-karya beliau banyak dijadikan rujukan serta contoh berbagai karya tulis, terlebih tulisan beliau mengenai kebudayaan dan persejarahan. Tak heran bila Prof. Sartono Kartodirjo menyebutkan bahwa karya-karya beliaulah yang paling lengkap mengupas tentang pelbagai kebudayaan dan persejarahan Indonesia.
Nah, salah satu bukunya ini juga bercerita akan hal yang sama. Bercerita mengenai kondisi perpolitikan Indonesia di saat Pemerintahan Soeharto bertahta. Pelbagai peristiwa yang melingkupi era “smilling general” ini terekam dengan baik dalam tulisan-tulisan lainnya. Seperti Peristiwa Sabtu kelabu, dimana terjadi konflik antara PDI Soerjadi dengan PDI Megawati Soekarnoputri, penembakan misterius (PETRUS) serta kerusuhan Mei 1998.
Namun, semua peristiwa tersebut tidak digambarkan sebagaimana yang kita bayangkan. Beliau tidak menerjemahkannya menjadi semacam essay atau analisis panjang yang bertele-tele. Akan tetapi, digubah menjadi semacam cerita fabel dengan tokoh-tokohnya para binatang penghuni rimba. Ada singa sang penguasa, si kancil sebagai tokoh oposisi, si gajah sekutu dekat sang singa. Serta para rakyat yang multikultural. Ada monyet yang egois, ular yang apatis terhadap permasalahan pemerintahan hutan tersebut serta beberapa kijang yang suka “menjilat” pemerintahan.
Salah satu adegan cerita yang menarik adalah implementasi dari Peristiwa Kerusuhan Mei 1998. Saat itu kondisi hutan sangat parah, banyak manusia mulai merangsek masuk ke hutan untuk menebangi pohon dan mencuri anak kijang. Hal tersebut ditambah dengan sungai yang mulai mengering, dedaunan mulai meranggas kekurangan zat gizi. Serta pecah konflik antara pendukung Raja Singa dengan barisan oposisi. Tekanan terhadap Singa semakin menguat ketika sang manusia tidak hanya menangkapi anak kijang, tetapi juga anak gajah, anak kancil, serta anak-anak binatang lainnya. Para binatang yang merasa keturunannya terancam mengadakan aksi demo besar-besaran, mereka beriringan ke seluruh hutan sambil mengadakan orasi terbuka, dengan intinya sama. Turunkan sang Raja Singa dan perbaiki keadaan hutan yang mulai kacau.
Akhirnya, di depan istana raja. Sang kancil sebagai juru bicara demonstran bernegosiasi dengan raja Singa. Walaupun berjalan alot, namun dari perundingan tersebut membuahkan hasil bahwa sang raja akan turun tangan menangani perkara pengrusakan hutan oleh manusia. Ketika perundingan berlangsung antara Raja Singa dengan manusia di pinggir hutan, aksi demonstrasi menuntut raja turun semakin menghebat, kali ini hewan-hewan yang berada di udara mulai ikut-ikutan, antara lain monyet, ular, burung serta beberapa kelelawar. Mereka tetap meneriakkan bahwa sang raja harus turun karena gagal menangani krisis hutan.
Hasil perundingan antara manusia dengan Raja Hutan akhirnya menemui kegagalan. Manusia tetap ngotot akan membuka hutan bahkan mengancam akan membakar sekalian. Namun, kompromi Singa agar manusia pindah lokasi penebangan tidak digubris sama sekali. Dengan demikian sang raja mulai stress. Tekanan dalam negeri yang menghendaki dirinya turun semakin menghebat, sementara perundingan luar negerinya juga buntu.
Keesokan harinya, raja mengumumkan pengumuman penting akan suksesi kepemimpinannya. Ia menyarankan rakyatnya agar segera berpindah hutan saja agar semuanya selamat dari bahaya. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh pihak oposisi dan malah mengancam akan membakar istana raja.
Alhasil raja pun semakin ketakutan. Serta merta Ia mengambil jalan terakhir yang dipunyainya. Ketika truk tronton dan traktor-traktor bermesin mulai terdengar menebangi pohon-pohon. Sang raja, Singa. Yang telah memegang pemerintahan bertahun-tahun lamanya, akhirnya melarikan diri ke hutan lain bersama orang-orang kepercayaannya. Sementara negeri yang ditinggalkannya semakin mengalami krisis hebat dinamakan krisis multidimensional.
Demikian, Kuntowijoyo menyajikan kritikannya atas penguasa melalui sebuah cerita fabel yang tertata apik, dengan bumbu-bumbu politis yang seolah-olah nyata dalam kehidupan para hewan. Beliau mengatakan dalam pengantarnya, bahwa sengaja dipilih judul “Mengusir Matahari”. Alasannya adalah agar pemerintahan orde baru yang nampak menerangi masyarakat dengan semu itu segera pergi karena diusir oleh masyarakat sendiri.
Buku setebal kira-kira seratus halaman tersebut menceritakan hampir tiga puluhan cerita fabel. Kesemuanya bercerita mengenai kondisi perpolitikan Indonesia di masa Presiden Soeharto.

(Subandi Rianto, 0812 2779 7042, Ilmu Sejarah-UNAIR)

True FriendJudul                        : True Friend! Jurus Duahsyaat Milih Saahabat!

Pengarang               : Rahman Hanifah

Penerbit                    : Qudsi Media

Cetakan Pertama     : Januari 2008

TRUE FRIEND !!!! Sahabat Sejati…..? Apa sich sebenarnya sahabat sejati itu? Apakah yang sering mengajak loe makan gratis, selalu nganterin ke mana-mana (ke kamar mandi, ke perpus, dan tempat-tempat lain yang lebih asyik) ato yang gimana???

Oke, loe pengen punya punya banyak sahabat? Loe pengen punya banyak teman deket? Loe pengen punya sahabat-sahabat sejati yang member arti hidup loe? Loe juga pengen punya genk yang bikin hidup loe tambah ngejreng?

Tepat sekali kalo loe baca buku yang satu ini. Bakalan dikupas tuntas semuanya, setajam… SILET…!!!!!

Ternyata yang dinamakan sahabat sejati itu teman yang senantiasa berusaha untuk menjalin rasa dengan loe atau beberapa teman yang lain, berusaha untuk berbagi suka duka, berbagi pengalaman, saling memotivasi agar kehidupan lebih baik, lebih bermanfaat dunia akhirat….

Beruntung sekali seandainya loe bisa menjalin sebuah persahabatan sejati, yang ideal, yang bermanfaat dan sesuai dengan kaidah…. Emang ada aturannya klo mau menjalin persahabatan?

Ya ialah….!!!! Dan nggak usah binggung-binggung….Pak Rahman dating ngasih solusi atas permasalahan ini. Ngasih solusi buat loe-loe tentang gimana sich milih sahabat sejati, gimana ngebentuknya jadi persahabatan yang solid, dan Insya Allah bisa jadi barokah untuk semua. Apalagi kalo masih inget, beberapa saat yang lalu media massa khan heboh ma adanya Genk-Genk Motor yang nggak jelas maksud dan tujuannya, yang ssangat meresahkan masyarakat. Makannya, Pak Rahman juga ngasih alternatif untuk bikin yang namannya kelompok sahabat yang keren, yang oleh beliau disebut Genk Putih.

Diceritakan dalam buku ini, Genk Putih adalah kumpulan orang yang bersahabat dan berpegang teguh pada 5 prinsip, yaitu ALLAH jadi tujuan utama, AL QUR’AN jadi aturan mainnya, RASULULLAH jadi panutannya, JIHAD jadi jalan hidupnya dan SYAHID jadi cita-citanya. Subhanallah..!!!! Siapa gitu loh yang nggak mau punya Genk Putih…???

Nah, biar nggak salah milih jalan, maka loe harus jeli tuk nemuin teman-teman sejati. Pertama, yang punya motivasi yang sama tuk berjuang di jalan Allah SWT. Biar genk loe nggak Cuma ngasih manfaat buat anggota genk, tetapi juga ngasih manfaat ke lingkungan sekitar, terlebih buat umat Muslim. Syarat yang kedua, harus yang mampu menggalang dana untuk amal jariyah, bersedekah, nggak Cuma materi aja tapi juga ilmu pengetahuan dunia akhirat. Tambah Subhanallah… apalagi kalo bisa buka lapangan kerja. Pasti lebih ahai….

Eits…eits…eits…tapi loe juga mesti hati-hati ma virus yang satu ini. Warnanya memang nggak kelihatan. Tapi bisa buat kita ketagihan. Nih…’virus merah jambu’ alias jatuh cinta. Kenapa mesti virus merah jambu yaa koq nggak virus hijau daun atau virus biru laut…???  Usut punya usut, ternyata virus ini bisa nyebabkan rusaknya jalinan keeratan dan keakraban di antara sahabat. Jangan sampe melupakan 5 prinsip yang harus dipegang teguh. “Jadi luaskan arti CINTA, jangan mempersempitnya….raihlah keindahan cinta dari Illahi Rabbi.

Nah…., mulai detik ini loe harus niatkan tuk nentuin TRUE FRIEND, biar bisa bikin Genk Putih! Menggalang persahabatan, mengukuhkan ukhuwah, dan silaturahmi. Berbagi senyum, berbagi rasa ‘peduli’ terhadap sesama, memberi dan memberi lebih. Sehigga, genk loe ini nggak Cuma ajang untuk bertemu tetapi lebih sebagai ajang tuk berbagi motivasi, memadukan potensi-potensi pribadi, dan bersama-sama raih prestasi.

Bacalah buku ini dan temukan segudang tips yang akan mempersolid Genk Putih-loe!! Karena selain ditulis dalam bahasa yang gaul, bahasan yang ada di buku ini, sangat lengkap dan sangat bisa ngebantu loe nemukan sahabat sejati. Di setiap bab loe juga akan nemukan semacam kata-kata motivasi yang akan menambah semangat loe. Jadi, nggak ada alasan untuk nggak  baca buku ini. Galilah potensi dan motivasi diri loe tuk dapat yang terbaik, dunia dan akhirat! Insya Allah…. Amien!!! Selamat membaca…..!!! (Khoirul)

n102833950176_6849Judul buku : Mangan Ora Mangan sing penting Kumpul

Penulis         : Umar Kayam (Budayawan)

Ketika hendak pulang dari Amerika Serikat ke Jakarta, Umar Kayam menaiki sebuah pesawat milik maskapai asing, dengan lama perjalanan sekitar 15 jam. Suatu saat ketika jam makan telah datang, beliau ditawari masakan sejenis ayam goreng ala Amerika. Tentunya hal tersebut sangat familiar bagi beliau yang sering ke Amerika.
Namun, yang bikin menariknya, dalam paket ayam goreng tersebut ada beberapa jenis saos yang bisa dipilih. Antara lain, saos California, saos Cina, saos Rusia serta saos-saos berkelas atas lainnya. Dan yang terakhir terdapat saos ala Indonesia. Lha dalah, ternyata saos-saos macam yang dijual di Pulau Bali, atau saos-saos yang lumrah ditemui di Indonesia, dengan rasa yang mungkin tidak jauh berbeda. Inilah yang bikin kaget Umar Kayam. “Bangga juga rasanya saos Indonesia dapat Go Internasional. ” Kelakarnya.
Inilah salah satu ulasan beliau dalam catatan-catatan “Mangan ora Mangan sing penting Kumpul”, sebagian besar menceritakan pengalaman-pengalam annya dalam menapaki kehidupan di hari tuanya. Mayoritas menceritakan kehidupan pemerintahan rumah tangganya di dua negara, Yogyakarta dan Jakarta. Tokoh utamanya adalah beliau sendiri serta ajudannya yang setia, Mr. Rigen. Seorang pembantu rumah tangga yang dianggap sebagai keluarganya sendiri.
Sekilas buku ini terkesan sia-sia untuk ditulis, namun beliau menyisipkan berbagai petuah-petuah kehidupan dalam ranah adigang, adigung tata cara jawa.
Seperti bagaimana tepa sliro dengan tetangga sebelah, pedagang langganan serta pembantu rumah tangga sendiri.
Salah satu cerita yang sering muncul adalah ketika Pak Joyo, seorang penjual penggeng ayam –semacam ayam opor- menawari Pak Umar Kayam serta Mr. Rigen membeli. Kadang obrolan-obrolan yang ditulis mengesankan wong cilik yang sedang berbicara masalah negara dalam sudut pandang mereka. Sudut pandang masyarakat strata bawah.
“Pak Mboten mundhut?”
“Mboten, sedang defisit keuangan..”
“Alah, defisit nopo niku pak? Jajanan teseh kathah niki… enten sate, penggeng ayam lan liya-liyane…
“Nah, niku. Uang saya sering panjenengan grogoti agar membeli Penggeng Ayam jadi kurang itu yang namanya defisit. Bolong!”
“Nek bolong mbok ditambal, ngutang mawon geh”
Begitulah beberapa dialog yang saya sarikan dengan kata-kata saya sendiri, tak jauh beda dengan yang aslinya. Buku tersebut hampir 80% berisikan kosakata-kosakata bahasa jawa yang mencerminkan proses keluhuran penghayatan budaya.
Suatu kali, seorang teman. Seorang anak Sunda yang lama tinggal di Garut, saya tawari untuk membaca buku ini. Dia hanya tertawa kecil, menyatakan bahwa kalau buku ini berbahasa Indonesia maka akan dibacanya. Namun, apabila anda setelah membaca buku ini dan diberi saran untuk menerjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Saya yakin anda akan menolak, karena di dalam kosakata-kosakata bahasa Jawa tersebut terdapat esensi-esensi cerita. Intisari sesungguhnya cerita tersebut. Demikianlah ulasan terhadap sebuah buku yang ditulis budayawan Umar Kayam

(Subandi Rianto, 0812 2779 7042, Ilmu Sejarah-UNAIR)

Mimpi SauniMimpi Sauni
Sebuah cerpen yang ditulis Gola Gong diambil dari kisah nyata
Oleh : Subandi Rianto

Sauni merupakan gadis kecil yang berjualan gorengan dari rumah ke rumah di Perkampungan Ciloang, Tangerang. Ia merupakan anak sulung yang harus membantu adik-adiknya dalam nafkah harian. Sementara orang tuanya sejak lama bekerja serabutan tak tentu. Gadis kecil riang itu sering berkunjung ke Rumah Pustaka Dunia milik Gola Gong. “Rumah Pustaka Dunia seperti tempat tinggalnya yang kedua.” Cetus Gola Gong saat mengisi acara seminar di SMART Ekselensia beberapa tahun yang lalu.
Seringkali, Sauni menghabiskan waktu jualan daripada belajarnya. Maklum, beban hidup yang berat membuatnya harus ikut “turun tangan” mencari nafkah. Dengan dibantu seorang adiknya, Ia berkeliling melewati sawah-sawah kampung, lorong-lorong pasar tradisional menjajakan gorengannya yang diletakkan dalam sebuah baskom aluminium. Kondisinya tak jauh beda dengan yang kita bayangkan. Berperawakan kecil, agak kumal serta sorot mata yang mencerminkan kegigihan hidup, kegigihan menantang kerasnya kehidupan.
Namun, setiap malam tiba. Ia selalu menyempatkan untuk belajar, walaupun sekedar membaca buku pelajaran. Tentunya dengan kondisi rumah yang tidak nyaman. Hanya dengan ditemani temaram lampu minyak dan desiran nyamuk-nyamuk malam.
Bila waktu kosongnya agak banyak, Ia berkunjung ke Rumah Pustaka Dunia untuk menimba ilmu. Setiap hari pustaka itu terbuka untuk siapa saja, entah pemulung, pengamen, pencari beling, anak miskin, atau anak orang kaya ataupun preman sekalipun juga diperbolehkan. Di sana telah tersedia beberapa buku-buku bacaan, majalah dan koran yang memang sengaja diperuntukkan bagi anak-anak. Setiap sore ada pelatihan kecil-kecilan, semacam menggambar, menulis atau mewarnai. Khusus untuk Sabtu dan Ahad paginya ditambah dengan Wisata mendongeng, bercerita dan Teater, dimana para instruktur akan menceritakan beberapa dongeng untuk anak-anak yang hadir di Rumah Pustaka Dunia.
Sauni, seperti anak kebanyakan. Ia juga datang ke Rumah Dunia untuk membaca, mendengarka dongeng atau cerita. Atau sekedar menonton pertunjukan Teater. Setelah itu Ia akan kembali pulang untuk melaksanakan rutinitasnya. Yang menarik, kata Gola Gong, anak itu terlihat ceria dan senang bisa datang ke Rumah Pustaka Dunia. Kadang Ia menceritakan pengalamannya berjualan kepada teman-teman sebayanya atau Gola Gong dan istri, Tias Tatanka.
Kehidupannya yang menarik dan penuh dengan kerja keras ini ditangkap oleh Gola Gong dan kemudian muncullah Novel “Mimpi Sauni” yang sebagian besar merupakan pengalaman-pengalam an Sauni, sang tokoh nyata. Buku itu sekarang sudah masuk ke dalam layar lebar dalam bentuk film yang diperbanyak dengan CD. Nah, pertanyaan selanjutnya untuk antum sekalian, apakah mimpi seorang Sauni sebenarnya? Apakah Ia cuma seorang penjual gorengan saja, atau seorang anak yang penuh dengan kerja keras. Antum akan menemukannya nanti bila membaca bukunya atau tunggu artikel berikutnya, oke….:-)

(Subandi Rianto, 0812 2779 7042, Ilmu Sejarah-UNAIR)

0f978153103ab85b3b26f1ee87310d89Judul Buku       : The Kite Runner

Pengarang        : Khaled Hosseini

Tahun Terbit     : 2008

Penerbit            : Qanita

Tebal Buku       : 496 halaman

Novel bestseller versi New York Times karya Khaled Hosseini ini telah diterbitkan dalam 42 bahasa. Novel yang sangat fenomenal, yang membuat kita ingin tahu lebih jauh tentang arti dan juga hakekat kehidupan. Novel ini menceritakan tentang kehidupan masyarakat yang berbeda status sosial dan juga asal ataupun keturunannya. Namun tetap bisa hidup bersama hingga sesuatu mengguncang hidup mereka. Dimulai dari kehidupan di masa anak-anak hingga mereka dewasa dan matang dalam melakukan semua tindakan mereka.

Amir, tokoh aku dalam novel ini sebagai pelaku utama dalam novel ini. Hassan, sahabat dan teman yang selalu setia menemani Amir kemanapun dia pergi. Hassan yang selama hidupnya belum bisa melihat wajah ibunya karena setelah melahirkan ibunya meninggalkan dia yang terlahir dengan bibir sumbing ini dan juga meninggalkan ayahnya untuk menjadi seorang penyanyi.  Amir dan Hassan adalah dua orang yang berbeda latar belakang sosial dan juga keturunannya, namun mereka bisa menjalani hidupnya bersama dalam waktu yang tidak pendek. Hassan, seorang keturunan Hazara yang berasal dari kalangan muslim syi’ah selalu menjadi bahan ejekan semua orang karena raut mukanya yang kurang menarik. Ali, ayah Hassan adalah teman yang selalu setia menemani kehidupan ayah Amir. Ali ditinggal pergi oleh istrinya seminggu setelah kelahiran Hassan. Sebuah anugrah yang indah dari sang kuasa yang bisa menyatukan mereka meski perbedaan yang begitu banyak dalam hidup mereka. Amir dan Hassan akan selalu bermain dan pergi kemanapun bersama. Kebiasaan mereka adalah mendaki bukit dan Amir membacakan cerita untuk Hassan karena Hassan tidak bisa membaca.

Baba adalah orang yang sangat terhormat dan disegani di lingkungannya. Baba mempunyai kegiatan rutin di ruangannya, yaitu merokok sambil berbincang-bincang dengan Rahim Khan, teman bisnisnya.Baba sangat menyayangi Amir dan juga Hassan. Baba tidak akan pernah melupakan hari  ulang tahun Hassan, dan tiap tahun Baba akan selalu memberi hadiah kejutan untuk Hassan. Terkadang Amir merasa iri akan perhatian yang diberikan baba pada Hassan. Seperti ketika baba memberi hadiah kepada Hassan untuk mengoperasi bibirnya yang sumbing, Amir juga merasakan bahagia. Kini bibir Hassan telah dioperasi, hanya tinggal garis merah yang tertinggal di sudut bibirnya.  Amir dan Hassan takkan terpisahkan, meskipun jurang perbedaan dalam diri mereka sangat dalam.

Hubungan keduanya sangat erat dan ketika saat yang mereka tunggu telah tiba, musim dingin. Dengan berbagai lomba layang-layang yang akan mereka ikuti. Selama 12 tahun Amir tidak pernah sekalipun memenangkan perlombaan itu, berbeda dengan ayahnya yang  selalu bisa diandalkan dan juga bisa melakukan semuanya sendiri. Sifat antara Amir dan ayahnya sangat berbeda, amir yang sangat penakut sedangkan baba atau ayahnya yang sangat pemberani. Baba dan Hassan mempunyai banyak hal yang sama dalam hal kebiasaan dan juga keberaniannya. Kini tibalah saat olimpiade layang-layang dimulai, Amir dan Hassan juga mempersiapkan segala sesuatunya. Awalnya Amir amat takut kalah namun karena dorongan baba dan juga Hassan akhirnya Amir berjuang mengikuti lomba itu. Babak demi babak dinulai, namun akhirnya Amirlah yang jadi pemenangnya. Saat itu, Hassan langsung menawarkan diri untuk mengejar layang-layang yang putus terakhir karena layang-layang itu bisa menjadi kebanggaan yang bisa mereka tunjukkan kepada semua orang. Hassan adalah pengejar layang-layang yang sangat hebat, dia bisa mengetahui dimanakah kira-kira layang-layang itu akan terjatuh. Dan Amir sangat yakin bahwa Hassan akan bisa mendapatkan layang-layang itu.

Namun setelah ditunggu sampai senja merayap Hassan tak kunjung datang maka Amir memutuskan untuk mencarinya. Amir bertanya pada setiap orang yang ditemuinya di jalan. Hingga dia menemukan Hassan dengan tiga orang yang selalu mengganggu dan memusuhi Hassan. Mereka ingin menyingkirkan Hassan karena mereka tidak menyukai Hazara.

Amir hanya diam terpaku, melihat apa yang terjadi pada Hassan. Assef, pemimpin dari ketiga orang itu berusaha mengambil layang-layang yang telah didapatkan Hassan untuk Amir. Semua terjadi begitu cepat,dan Amir berlari meninggalkan mereka. Bersembunyi di dekat pasar dan mulai menampakkan diri ketiga tiga orang tadi telah melewatinya. Amir sadar bahwa dirinya adalah seorang pengecut, tapi dia tak mau mengakuinya. Hingga mereka bertemu dalam gelap, Amir tidak bisa melihat wajah Hassan dengan jelas begitu juga dengan sebaliknya. Setelah kejadian itu, Amir dan Hassan tak lagi bercakap-cakap dan bermain bersama.

Hingga di suatu sore, Ali berkata kepada baba bahwa dia akan pergi dari tempat yang selama ini ia tinggali. Baba sangat terkejut dan menangis di hadapan Amir untuk pertama kalinya. Namun keputusan Ali itu tak dapat di ubah lagi, maka dengan berat baba melepas kepergian mereka. Beberapa bulan setelah mereka pergi, Baba dan Amir ikut pergi ke Peshawar. Kehidupan disana amatlah berbeda apalagi setelah mereka tak bersama lagi dengan Hassan dan juga Ali. Amir memulai hidup baru disana. Setelah lama tinggal di Peshawar, akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke Amerika Serikat.

Disana mereka bekerja sebagai tukang loak, dan dari hasil itulah mereka mencukupi kehidupan sehari-harinya. Hingga pada suatu sat baba jatuh sakit dan di vonis menderita kanker paru-paru stadium akhir. Bagaikan petir di siang bolong mereka mendengar kabar itu. Namun itulah yang terjadi, meskipun baba juga tidak mau di terapi untuk memperpanjang hidupnya di dunia ini. Selama di loak itu, Amir bertemu dengan seorang gadis yang cantik rupawan. Rupanya Amir jatuh hati padanya dan dia akhirnya meminta kepada baba untuk melamarkan gadis itu untuknya. Untuk hal ini tidak terlalu sulit karena baba telah mengenal ayah agdis itu. Pesta pernikahanpun dilakukan dengan sangat sederhana, mengingat kondisi kesehatan baba yang makin menurun.

Hingga saat terakhir Amir melihat baba, ketika sebuah telepon yang datang dari Rahim Khan, sahabat baba yang dulu selalu menemani baba dan juga Ali. Telepon inilah yang akan mengubah hidupnya untuk selanjutnya. Amir berpamitan kapada Soraya, istrinya bahwa dia akan pergi sebentar untuk mencari sahabat lama baba. Akhirnya Amir bertemu dengan Rahim Khan, namun perubahan dalam diri Rahim Khan sangat mengejutkannya. Rahim menceritakan semua rahasia dan juga kebohongan yang selama ini ada dalam hidup mereka. Tentang kenyataan bahwa dia dan Hassan adalah saudara tiri. Mereka mempunyai ayah  yang sama dan menyusu pada orang yang sama meski ibunya berbeda.

Potongan puzzle kehidupan terus berputar, Amir mendengar bahwa Hassan telah menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki. Namun hal yang sangat membuatnya sakit adalah kenyatan bahwa Hassan telah meninggal karena telah dibunuh oleh orang talib. Kini Amir tahubahwa keponakannya membutuhkan pertolongannya, anak dari Hassan yang telah sebatang kara karena telah ditinggal mati oleh kedua orang tuanya. Amir tahu bahwa nama anak Hassan adalah Sohrab. Sohrab sekarang ada di Afghanistan, tanah kelahiran Amir dulu. Sohrab adalah anak yang cerdas. Meskipun kadang semua tindakannya membingungkan.Sohrab adalah anak yang pendiam dan tak banyak bicara, mungkin lingkungan panti asuhanlah yang membuatnya jadi seorang yang pendiam.

Pernah ketika Amir gagal mengurus visa dan surat adopsi untuk perpindahan Sohrab ke Amerika Serikat.Sohrab tak berkata apa-apa, hanya diam dan diam merenungi nasibnya. Sohrab sangat takut dikembalikan ke panti asuhan sehingga dia mencoba bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya. Namun Amir masih bisa menyelamatkannya, dan Amir berjanji tidak akan memasukkan Sohrab ke panti asuhan lagi. Dengan kejadian itulah maka Sohrab semakin menjadi seorang anak yang pendiam. Begitu juga ketika mereka sudah berangkat ke Amerika setelah Amir menelepon dan memberi tahu istrinya bahwa dia tidak pulang seorang diri namun bersama seorang anak.

Sesampainya di Amerika, Soraya sudah menunggu kedatangan mereka berdua. Sungguh kejadian yang mengharukan, setelah mereka terpisah hampir sebulan dan tak ada satu kabarpun pada Soraya. Soraya sangat bergembira akan datangnya Sohrab, mungkin dari Sohrab itulah muncul rasa keibuan yang dimiliki oleh semua wanita. Namun Sohrab tetaplah Sohrab yang dulu meski mereka telah berusah membuat Sohrab menjadi anak yang ceria. Sohrab tetap jadi anak yang pendiam. Hingga pada suatu hari, Amir mengajaknya bermain layang-layang, namun tak ada senyum dalam setiap tindakannya. Sampai pada akhirnya Amir bisa memenangkan layang-layang dan menawarkan diri kepada Sohrab untuk mengejar layang-layang yang telah diputuskannya. Amir berpikir bahwa tindakannya itu sebagai penebus kesalahannya pada Hassan di masa kecilnya. Kehidupan baru akan dimulai dan lembar demi lembar mewarnai kehidupan mereka.

Buku ini sangat menarik, apalagi jika dilihat dari sisi sosial. Kehidupan yang berasal dari kasta dan juga kelas sosial bukanlah hidup yang mudah. Kita bisa mengetahui bagaimana keadaan yang dialami oleh orang yang terbuang, orang yang tak dianggap akan hadirnya. Buku ini menghadirkan cita rasa yang tinggi bagi sang pembaca, sungguh sangat menyentuh dan menggugah perasaan kita. Cerita yang sangat menyentuh dan juga mempesona membuta kita lupa bahwa kita ini hidup di dunia ini bukan karena status sosial semata. Buku yang sangat indah, yang menyajikan korelasi antara jiwa dan juga spiritual. Kehidupan di luar yang tak pernah kita ketaui. Tentang Afghanistan dan kesedihan serta kepiluannya. Tentang Taliban yang amat keras dalam melakukan ajaran agamanya. Mungkin hanya untuk kepentingan pribadi. Amir, yang kehidupannya serba kecukupan dan juga kasih sayang orang tua yang tercurah hanya padanya dan Hassan itu ternyata memendam suatu rahasia yang terus membayanginya selama hidupnya. Sungguh ironi bila Amir tidak bisa melihat apa yang telah terjadi pada dirinya dan Hassan.

Perbedaan dan segala sesuatu yang bisa memisahkan mereka ternyata berhasil memisahkan mereka ketika sebuah kesalahan itu dilakukan oleh Amir. Mungkin kita juga bisa merasakan hal yang sama seperti Amir, ingin jujur namun sangat berat untuk mengatakannya. Tapi berat beban yang ditanggungnya tak mampu ia sembunyikan. Sungguh sulit apabila kita yang berada pada posisi Amir. Amir yang lemah tetapi jago dalam hal mengolah kata. Amir yang ingin menjadi seorang anak yang benar-benar dianggap dan disayangi oleh baba. Perjuangannya sungguh sangat berat.

Begitu pula dengan Hassan, yang selalu setia menemani dan membela Amir dalam setiap masalah. Namun dia tak bisa berbuat karena dia hanyalah seorang Hazara. Hazara, orang yang tidak dianggap keberadaannya. Mungkin dalam hati Hassan berpikir andai dia yang menjadi Amir.  Mungkin kalau kita yang jadi Hassan akan tetap setia pada Amir karena tak ada lagi teman yang mau bermain bersamanya. Perasaan senang dan juga sedih yang dirasakan oleh Hassan belum tentu bisa dirasakan oleh kita yang taak pernah mengalami masa sulit seperti Hassan.

Buku ini sangat cocok untuk kita, mahasiswa yang ingin tahu lebih dalam tentang sebuah perasaan dan juga pengorbanan. Tentang sebuah rasa yang mungkin tak pernah kita rasakan sebelumnya. Kita bisa sedikit merasakan bagaimana sedihnya apabila menjadi seseorang seperti Hassan. Pengorbanan yang tidak akan sia-sia karena telah dilakukan dengan sepenuh hati. (Fida)

1613_1Judul asli | Bahjatu Qulubi Al-Abraari Wa Qurratu ‘Uyuuni Al-Akhyaari Fi Syarhi Jawami’ Al-Akhbaar

Judul terjemahan | Hadist-hadist Populer Pedoman Hidup  Sehari-hari

Pengarang | Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di

Penerjemah | Wafi Marzuqi Ammar

Murajaah | Ainul Haris Umar Thayib, J. Hariyadi, Waznin Mahfuzh

Penerbit | Pustaka Elba

Tebal buku | 408 halaman

Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi hadist-hadist popular yang sering kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari beserta penjelasannya. Hadist yang diterangkan dalam buku ini ada 99 buah hadist. Kandungan hadist dalam buku ini meliputi:

1.      Tauhid seperti hadist tentang niat dan takut pada Allah.

2.       Ibadah seperti puasa, haji dan shalat.

3.      Akhlak seperti mencintai makhluk hidup dan keutamaan silaturrahim

4.      Adab-adab sehari  seperti berdoa sebelum shafar, tata cara menyembelih, dan adab dalam bergaul.

5.      Muamalah seperti jual beli dan pembagian warisan.

6.      Sebagian Sirah Nabi dan Sahabat

7.      Kedokteran seperti hadist tentang penyakit dan obatnya.

Setiap hadist yang ada dalam buku ini dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak bertele-tele. Sehingga tidak membuat sang pembaca menjadi bosan. Selain itu isi buku hadist yang disampaikan hadist-hadist yang shahih dan merupakan hadist yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila dalam hadist tersebut panjang, oleh penulis hadist tersebut dijelaskan point per point sehingga mudah dipahami secara menyeleuruh dan tidak membingungkan pembaca. (Dendy)

krn bidadari ada di bumi

Judul              : Karena Bidadari ada di Bumi
Pengarang     : Hani Hendayani dan Amatullah Shafiyyah
Tebal buku     : 132 halaman
Tahun terbit   : Maret 2005
Penerbit         : Gema Insani, Jakarta

SINOPSIS

Buku yang berjudul “Karena Bidadari ada di Bumi”, mengangkat seorang tokoh wanita bernama Andina. Ia adalah seorang wanita yang sejak kecil telah ditinggal orang tuanya, Andina tinggal bersama Romo dan eyang putrinya di sebuah kampung di dataran tinggi Dieng. Saat ia berusia sebelas tahun, eyang putrinya meninggal, sejak saat itu Andin hanya hidup dengan seorang kakek yang akrab dipanggil Romo.
Andina dibesarkan dalam pengasuhan yang masih kental dengan budaya jawa, bagaimana diri seorang perempuan itu yang mulia. Ia juga tumbuh di daerah yang masih asri, dimana pelajaran hidup selalu ia dapatkan dari alam dan lingkungan sekitar.
Andin saat menginjak dewasa diminta Romo untuk kuliah di Instutut Pertanian Bogor. Romo menginginkan Andin menjadi wanita yasng tangguh dan mulia. Awalnya Andin merasa berat untuk meninggalkan dataran tinggi Dieng, yang ia namai sebagai negeri para Bidadari. Di sanalah Andin merasakan kasih sayang dari orang-orang terdekat Andin, yaitu Romo dan eyang putrinya dan orang tuanya.
Demi harapan dari Romonya, Andin kuliah di Kedokteran Hewan. Namun ia terpana, karen ternyata dunia barunya sangat banyak tantangan dan sabgat berbeda dari tempat asalnya. Andin pernah menjadi ketua BEM, namun tak bertahan lama ksrenas banyak pihak yang oposisi dan beberapa permasalahan lainnya. Dan saat itu Andin kembali kehilangan cintanya, karena Romonya meninggal.
Andin menikah dengan seorang laki-laki yanmg belum pernah ia kenal. Ia mendapat informasi tentang suaminya itu dari ustadnya. Namun satelah dikaruniai tiga anak, Andin kembali harus kehilangan cintanya. Suami yang bagi Andin adalah sosok yang sungguh mencintainya ia apa adanya harus meninggalnkan Andin karena menjadi korban insiden.
Namun Andin menyadari, rentetan alur hidup yang Ia lalui sangat berarti. Ia baru sadar akan apa yang pernah dikatakan almarhumah ibunya. Akan kenangan seorang bidadari, dan Andin ingin menjadi bidadari di Dunia. Ia sanagt menawan dengan balutan akhlak yang mulia, bisa menjadi istri sholehah, dan anaknyapun menyebut ia adalah bidadari baginya. Ia tetap kukuh akan kesendiriannya, bukan karena tak ingin menjemput bahagian namun hanya ridho Allahlah yang ia perluakan hingga ajal menjemput tadi.

ANALISIS
Buku ini seperti novel namun di dalamnya penuh dengan kata-kata hikmah yang indah. Saat membaca cerita ini, seolah saya melihat sebuah kaca, membuat kita merenungi makna kehidupan. Yang paling menonjol dalam buku ini adalah bagaimana sosok wanita yang memiliki kepribadian seperti bidadari. Andin adalah cerminan salah satu bidadari dunia. Seperti yang tertulis dalam sebait tentang bidadari surga, ia menata dan meniti hati dengan hati bidadari, memicu dan memacu potensi dengan citra bidadari, memberi dan membara dengan kecemburuan bidadari, mengasah dan mengasuh dengan kasih bidadari, maka hidupnya sangat indah serta mempesona.
Kelemahan dari buku ini adalah pengalan-penggalan kisah yang tiba-tiba rancu. Dari kisah Andina yang begitu menghanyutkan, tiba-tiba ada perenungan yannnnng memecah alur. Tiba-tiba sudut pandang tokoh menjadi ambigu karena awalnnya orang ketiga menjadi sudut pandang pembaca. Namun isi dan makna dari buku ini sangat padat, banyak hikmah seperti apa tujuan hidup, bagaimana melihat dunia hingga apa yang tak indah manjadi indah. Cerita ini seperti pencarian makan hidup dalam filsafat. (Lilih)

Resensi buku

meningkatkan daya tahan tubuh untuk orang yg mudah sakitJudul buku         : Meningkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Orang yang Mudah Sakit

Penulis              : Dr. Kenneth Cooper

Penerbit            : Kuadran

Tahun terbit      : 2007

Tebal buku        : 96 hal.

Secara garis besar dapat dikatakan bahwa isi buku ini telah menjawab tantangan globalisasi. Dibidang kesehatan tentunya. Di zaman serba modern seperti sekarang ini, dimana alat-alat dan teknologi kedokteran juga semakin canggih, tak disangka perkembangan berbagai pola penyakit juga semakin meningkat dan begitu bervariasi. Disamping masih maraknya penyakit infeksi, berbagai penyakit degenerative seperti kanker, kolestrol, diabetes, dsb. kini tidak lagi hanya menyerang para orang tua di akhir usia senjanya, tapi juga telah akrab dengan pemuda-pemuda di usia mereka yang masih sangat produktif. Apakah penyebab semua ini?

Dengan bahasa yang lugas, penulis yang merupakan seorang dokter, mencoba membuka mata kita mengenai akibat negative dari kondisi lingkungan disekitar kita yang nian memburuk beserta gaya hidup yang semakin jauh dari prinsip-prinsip Health Style. Hingga pada akhirnya manusia modern di abad ini semakin rentan terhadap bahaya radikal bebas dari lingkungan maupun dari dalam tubuhnya sendiri.

Selanjutnya, berbagai tips dan pengetahuan segar mengenai cara-cara melawan radikal bebas  dan meningkatkan daya tahan tubuh dapat kita temui di buku ini. Diantaranya pada bagian awal pembahasan dibuku ini disajikan apa saja pemicu radikal bebas beserta empat langkah untuk melawannya. Untuk selanjutnya, pembahasan mengenai antioksidan sebagai zat pelawan  radikal bebas dijelaskan secara gamblang dan menarik pada bab-bab berikutnya. Info-info penting mengenai pentingnya mengkonsumsi madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan cara-cara mencegah penyakit infeksi musiman seperti influenza juga bisa kita temui dibuku mungil ini. Sehingga buku ini sangat cocok untuk dibaca bagi mereka yang sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu untuk membaca.

Mengenai desain sampul dan isi, buku terbitan kuadran ini tidak mengecewakan. Tata letak penulisan, besar huruf, ilustrasi dan gambar-gambar menarik yang menghiasi lembaran-lembaran buku ini, membuat kita nyaman untuk membacanya.

Hanya saja, untuk anda yang menginginkan referensi  yang lebih mengenai peningkatan daya tahan tubuh terhadap berbagai panyakit, buku ini memerlukan dukungan dari buku-buku lain  yang lebih lengkap. Karena, isi dari buku ini bersifat to the point atau langsung menuju inti . Maka tidak heran bila dengan harga sekitar 20.000 sampai 30.000 rupiah saja buku bersampul merah ini sudah dapat anda miliki. (Hakira Annisa)

buku_bagaimana-menyentuhJudul Asli               : At-Thariq Ilal Quluub

Penulis                   : Abbas As-Siisiy

Penerbit Asli          : Al-Mu’assasah Al-Islamiyah

Judul Terjemahan: Bagaimana Menyentuh Hati Kiat-Kiat Memikat Obyek Dakwah

Penerjemah           : Muhil Dhafir, Mahmud Mahfudz

Penerbit                 : Era Intermedia

Tebal Buku            :  278 halaman

Kelebihan :

Buku ini sarat makna dan sangat banyak pelajaran yang dapat diambil dalamnya yang akan mengantarkan calon da’i menjadi da’iyah sejati yang bisa memikat obyek dakwahnya dan lancar dalam berdakwah. Isinya sangat lengkap, menceritakan berbagai persoalan tentang dakwah.

Kekurangan :

Bahasa yang digunakan agak kaku sehingga sulit untuk dipahami, kata-kata yang digunakan kurang lugas, dan gaya bahasa kurang menarik untuk dibaca.

Isi Buku :

Buku ini berisi tentang dakwah, menceritakan tentang berbagai kisah para sahabat Rasulullah SAW serta kisah pengalaman penulis dalam berinteraksi dalam medan dakwah, baik yang dialami oleh penulis sendiri maupun yang pernah disaksikannya. Di dalam pemaparannya banyak sekali dijelaskan bagaimana cara-cara seorang da’i agar bisa memikat hati obyek dakwahnya. Juga diberikan contoh-contoh secara langsung ketika seorang da’i akan memulai berdakwah. Di buku ini dibahas secara mendalam tentang metode-metode berdakwah mulai dari hal yang kecil sampai hal yang besar yang harus diperhatikan oleh semua calon da’i. Dijelaskan bagaimana memulai perkenalan, dakwah fardiyah, sarana-sarana dakwah, langkah-langkah yang harus ditempuh, penampilan seorang da’i, dan masih banyak lagi hal-hal yang harus dipelajari seorang calon da’i untuk bekal berdakwah, serta bagaimana agar seorang calon da’i bisa menghadapi rintangan-rintangan di jalan dakwah. Ada juga nasihat-nasihat dan motivasi penyemangat  yang diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an serta hadits Nabi. Dan yang lebih menarik adalah cerita-cerita yang bisa membuat kita terharu dan ingin terus melanjutkan dakwah ini hingga akhir hayat, karena setelah membaca buku ini akan banyak hikmah yang dapat kita ambil dan tentunya harus dipraktekkan di dalam mengarungi medan dakwah. (Ika)

tarbiyah_dzatiyahPenulis       : Abdullah bin Abdul Aziz Al- Aidan
Penerbit    : An- Nadwah
Tahun         : 2003
Tebal          : 96 halaman

Saudaraku, tahukah kalian kenapa para sahabat Rasulullah SAW mampu tampil menjadi figur hebat yang tidak terlupakan sepanjang sejarah? Mereka memiliki ciri khas dan kelebihan masing- masing, padahal guru mereka sama, yaitu Muhammad! Mereka juga tak pernah patah semangat memperjuangkan islam baik di saat sendiri maupun bersama. Barangkali, di antara rahasianya ialah karena masing- masing dari mereka mampu mentarbiyah (membina) diri sendiri dengan optimal, meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik serta mengadakan perbaikan diri secara konsisten dan kontinyu. Rangkaian proses tersebut dalam buku ini diistilahkan dengan Tarbiyah Dzatiyah. Sebuah proses pembinaan yang dilakukan oleh seorang muslim terhadap dirinya sendiri.

Buku ini cukup singkat namun sangat padat dan insya Allah bermanfaat. Buku ini dapat membantu Anda memahami pentingnya membina diri sendiri di tengah kondisi zaman yang tak karuan. Sarana- sarana yang ditawarkan cukup efektif dan praktis diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Buku bersampul kuning ini dapat menyalakan semangat Anda untuk peduli terhadap diri sendiri, sebab jika Anda tidak peduli dengan diri sendiri maka siapa yang akan peduli dengan Anda? Selamat membaca! (Qomaria)

Solusi Cerdas Membuat Otak ”Lebih Tahan Lama”

wm.php

Judul buku       : Memory Boosters

Penulis             : Dr Jo Iddon & Dr Huw Williams

Penerbit           : Erlangga

Tahun               : 2007

Buku yang secara tampilan sangat menarik ini, memiliki warna yang unik dan bahan kertas yang mengkilat sehingga menambah nilai plus. Buku ini sangat tepat bagi banyak orang yang memiliki masalah dalam hal mengingat. Ada 10 bab yang dipaparkan untuk memberikan wacana, tips dan soal latihan yang cukup menjadikan buku ini tidak membosankan. Dengan soal latihan yang unik dan memiliki berbagai variasi, mampu memberikan tes ingatan yang berfungsi untuk mengetahui sisi masalah dalam ingatan pembaca. Selain itu, soal itu juga berfungsi untuk melatih otak pembaca agar memiliki ingatan yang tersistematis dan memiliki daya tahan lama.

Tidak hanya dengan soal-soal yang mengasyikkan, tapi juga disertai dengan uraian singkat yang memberikan informasi secara teoritis. Dari sepuluh bab yang disajikan ini, setidaknya mencakup definisi ingatan, hambatan dalam mengingat, penyebab melemahnya ingatan, teknik dalam mengingat serta diakhiri dengan semangat untuk menjalankan rencana, memulai, menerapkan sistem dan strategi baru, sehingga bisa menjadi program yang bekelanjutan.

Buku ini sangat bermanfaat jika pembaca benar-benar berkomitmen untuk melakukan terapi dalam memperbaiki daya ingatnya.Jika tidak maka buku ini tidak sedikitpu memberikan manfaat. Inilah yang ,menjadi tantangan bagi seluruh pembacanya.
. Wallahu a’lam bishshowab. Semoga bermanfaat. (Novita)

Seorang tokoh Yahudi mengatakan, “Kami tak akan pernah takut lepada Amat Islam karena mereka bukan umat yang membaca.”

spritualredaingJudul Buku       : Spiritual Reading – Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca (Terjemahan dari Iqra’ La Budda an Taqra’ & Al-Qira’atu Minhajul Hayati)

Penulis              : Dr. Raghib As-Sirjani dan Amir Al-Madari

Penerbit            : AQWAM, Solo

Tahun               : 2007

Tebal Buku       : 207 halaman

Penulis menyadari dan meyakini kemunduran umat Islam adalah akibat dari hilangnya budaya baca yang sebelumnya menjadi karakter khasnya. Lewat buku ini, kedua penulis tak hanya menyajikan teori atau motivasi kosong, tapi juga disertai dengan tuntunan praktis bagi pembaca untuk memilah mengolah dan menyerap berbagai informasi yang dibaca. Tak terkecuali untuk anak-anak.

Buku ini terdiri dari dua bagian dan masing-masing bagian berisi beberapa judul. Bagian pertama mengupas tentang dasar-dasar yang harus dipahami pembaca bahwa membaca bukan sekadar hobi melainkan sebuah konsep hidup dan 10 cara untuk menumbuhkan minat baca. Bagian kedua mulai menjurus pada tujuan utama yaitu adanya panduan untuk menentukan bacaan, mengapa harus membaca, gerakan masyarakat gemar baca, tips mudah membaca, metode menjadikan anak gemar membaca, cara cerdas membaca, bagaimana membaca cepat, potret salaf, potret ulama masa kini dan masih banyak judul menarik lainnya yang ada dalam buku ini.

Di akhir tulisan, penulis juga memberikan masukan pada pembaca tentang hal penting yang harus dilakukan usai membaca yaitu muroja’ah (pengulangan) dengan menjawab beberapa pertanyaan agar pembaca kembali mengingat ilmu yang pernah dibaca sehingga keberadaan muroja’ah lebih dari sekadar membaca.

Pada bagian bawah setiap halaman, terdapat sebuah kalimat yang berupa pesan, kesimpulan ataupun cuplikan kalimat dari tulisan di tiap halaman. Hal itu menjadi salah satu keunggulan dari buku ini. Secara tidak langsung, pembaca dibantu untuk menemukan “inti” dari bacaan (pada halaman tertentu) yang baru saja selesai dibaca.

Motivasi dan tips-tips cerdas dalam buku ini mengajak pembaca lebih “bersahabat” dengan buku. Terlebih, penulis menyisipkan daftar prioritas buku-buku yang harus dibaca yang merupakan titik tolak penting menuju kemajuan dan kejayaan umat Islam. Hal itu pula yang menjadikan buku ini sangat layak menjadi rujukan, apalagi bagi kita yang baru memulai “Gerakan Gemar Membaca” dalam diri kita. Bukankah wahyu pertama Al-Qur’an adalah perintah untuk membaca?

Setengah jam setelah membaca, 50% isi buku akan hilang dari ingatan pembaca. Setelah 24 jam berlalu, pembaca akan melupakan 80% isi buku. Maka …

TULISLAH ¡

Semoga Bermanfaat …

-  Dida -

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru dari Rumah Baca Cendekia

Join 13 other followers

Kunjungan

  • 12,106 kali
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.