You are currently browsing the monthly archive for December 2009.
Pelajaran Efektif Dari Peter Drucker
Judul buku : The Effective Executive
Penulis : Peter F. Drucker
Penerbit : Serambi, Jakarta
Cetakan : Pertama, Maret 2009
Halaman : 345
Menurut Peter Drucker pertanyaan pertama kali yang wajib diajukan bagi siapapun terutama bagi para eksekutif untuk bisa efektif adalah “Apa yang perlu dilakukan?” dan “Apa yang tepat dilakukan?”. Pertanyaan perlu dan tepat dalam konteks efektif jauh lebih penting dari pertanyaan “Apa yang ingin dilakukan?” Pertanyaan perlu dan tepat akan lebih mengarah pada tujuan yang direncanakan ketimbang pertanyaan ingin. Ingin dalam kenyataannya malah sering mengacaukan konsentrasi kita atas tujuan-tujuan, entah itu tujuan-tujuan individu atau bahkan tujuan organisasi. Inilah rumus dasarnya, perlu dan tepat = efektif.
Siapakah seorang eksekutif itu? Dia adalah seseorang dilihat dari posisi atau pengetahuannya, bertanggung jawab untuk sebuah kontribusi yang mempengaruhi kapasitas organisasi untuk berjalan dan meraih hasil. Dia membuat keputusan dengan pengetahuannya, tidak hanya melaksanakan perintah. Selama dia dalam posisinya, maka sasaran, standar, dan kontribusi adalah tanggung jawabnya. Setiap pekerja pengetahuan dalam organisasi modern adalah seorang eksekutif.
Kebalikan dari eksekutif adalah pekerja manual. Contohnya adalah pekerja yang bekerja disebuah pabrik sepatu. Setiap hari melakukan rutinitasnya, melakukan pekerjaan yang sama. Dia hanya melakukan aturan-aturan yang standar. Dia tidak memiliki otoritas untuk membuat kebijakan, apalagi membuat keputusan yang mempengaruhi hasil organisasi.
Yang dibutuhkan pekerja manual adalah efisien, tetapi seorang eksekutif tidak boleh tidak, membutuhkan pikiran dan sikap efektif. Menjadi efektif adalah pekerjaan seorang eksekutif. Dimanapun dia terlibat dalam organisasi modern (perusahaan, rumah sakit, pemerintahan, militer, pendidikan, organisasi nirlaba, organisasi mahasiswa dan lain-lain), seorang eksekutif diharapkan dapat menyelesaikan hal-hal yang tepat dan memberikan hasil. Dengan meningkatkan efektivitasnya, seorang eksekutif tengah menaikkan level kinerjanya secara signifikan.
Namun, bisakah efektivitas dipelajari? Jawabnya bisa! Karena sungguh malang nasib kita kalau efektif adalah bakat bawaan lahir manusia, sebagaimana ada orang yang terlahir dengan dengan bakat musik atau melukis. Menganggap efektif adalah hak orang-orang berbakat sejak lahir akan mengerdilkan kita. Organisasi-organisasi modern dengan pekerjaan yang kompleks membutuhkan banyak eksekutif-bayangkan ada berapa banyak eksekutif efektif yang berbakat sejak lahir!, ataukah adakah yang demikian?.
Jika efektivitas bisa dipelajari, pertanyaan berikutnya adalah, “Bagaimana caranya?” Buku ini ditulis untuk menjawab pertanyaan itu. Peter Drucker menyebutnya lima latihan – bagaimanapun efektivitas bukan hanya disiplin ilmu tetapi juga disiplin diri – untuk menjadi seorang eksekutif efektif. Kelima latihan itu adalah :
1. Mengelola waktu
Eksekutif efektif tahu ke mana perginya waktu mereka. Mereka bekerja secara sistematis untuk mengelola sedikit waktu mereka yang dapat mereka kendalikan.
Peter F. Drucker menyarankan agar mula-mula kita merekam waktu-waktu kita dalam satu hari atau periode waktu tertentu. Kemudian mendiagnosisnya, untuk aktivitas-aktivitas apa saja waktu-waktu itu kita manfaatkan atau habiskan. Apakah aktivitas-aktivitas itu efektif. Perlu kita perhatikan bahwa untuk bisa menjadi efektif bagaimanapun kita memerlukan waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Membagi pekerjaan itu ke dalam unit-unit waktu yang kecil bukanlah pilihan yang tepat. Mungkin kita bisa mengerjakan banyak pekerjaan, tetapi apakah itu sebaik ketika kita fokus pada pekerjaan kita dengan waktu yang cukup atau lebih lama.
Delegasi kemudian menjadi pilihan atas ketidakberdayaan kita. Ketika kita mulai berfikir untuk mendelegasikan tugas pada orang lain, kita harus hati-hati. Delegasi tidak ada artinya, jika itu dimaknai bahwa orang lain harus melakukan pekerjaan kita. Setiap orang dibayar untuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Dengan begitu maka sebenarnya kita mendorong orang lain untuk lalai dari pekerjaan sendiri, untuk pekerjaan yang sebenarnya juga tidak terlalu penting untuk dirinya. Tulis Peter F. Drucker, “…itu bukan hanya tak masuk akal, itu tak bermoral.”
Apa yang perlu dilakukan adalah memberikan mandat penuh kepada orang lain untuk pekerjaan yang memang kita tidak mampu untuk melakukannya – bukannya delegasi. Selain itu kita perlu memangkas atau menyingkirkan pembuang-pembuang waktu yang tidak berguna.
2. Kontribusi apa yang bisa saya berikan?
Eksekutif efektif berfokus pada kontribusi di luar. Mereka menyeleraskan upaya mereka dengan hasil-hasil, bukannya dengan upaya. Mereka mengawali dengan pertanyaan, “Hasil apa yang diharapkan dari saya?” bukannya dengan pekerjaan yang akan dilakukan , apalagi dengan teknik dan alat-alatnya.
3. Membuat kekuatan menjadi produktif
Eksekutif efektif bersandar pada kekuatan – kekuatan mereka sendiri, kekuatan atasan, kolega dan bawahan mereka. Mereka tidak bersandar pada kelemahan. Mereka tidak memulai dengan hal-hal yang tidak bisa mereka lakukan.
4. Mendahulukan yang utama
Eksekutif efektif berkonsentrasi pada sedikit bidang utama di mana kinerja yang unggul akan memberikan hasil yang sangat memuaskan. Mereka memaksa diri sendiri untuk menetapkan prioritas. Mereka tahu bahwa mereka tak punya pilihan kecuali melakukan hal yang utama terlebih dahulu – dan tidak memecah perhatian mereka. Kalau tidak, tidak ada yang tuntas.
5. Membuat keputusan yang efektif
Eksekutif efektif membuat keputusan yang efektif. Pada dasarnya ini adalah masalah sistem, masalah langkah yang tepat dalam urutan yang tepat. Mereka tahu bahwa sebuah keputusan yang efektif selalu merupakan penilaian yang didasarkan pada opini-opini yang saling bertentangan, bukan konsensus atas fakta-fakta. Mereka tahu, membuat keputusan yang tergesa-gesa berarti membuat keputusan yang salah. Yang dibutuhkan adalah sedikit putusan tetapi fundamental. Yang dibutuhkan adalah strategi yang tepat , bukannya taktik yang rumit dan membingungkan.
Bagi sebagian orang buku ini mungkin terasa berat. Terjemahan yang kaku membuat kita agak susah untuk memahami maksud yang terkandung dari kalimat-kalimatnya. Meskipun begitu, kehadiran buku ini layak diapresiasi. Beberapa penjelasan mungkin sudah akrab di telinga kita. Tetapi Peter Drucker menyampaikannya dengan argumentasi dan penjelasan yang lebih mudah diterima. Di beberapa tempat dalam buku ini, kita juga melihat gagasan berbeda dari yang kita pahami selama ini. Tak segan-segan Peter Drucker mengkritik sesuatu yang menurutnya salah secara tegas dan menyampaikan gagasan yang diyakininya. Hal ini tentu saja selain membuat kita lebih terinspirasi selain dari penegasan kembali dari nilai-nilai yang kita pahami selama ini, juga menambah wawasan baru yang lebih segar tentang bagaimana agar kita bisa menjadi eksekutif efektif.
Peter F. Drucker memang tidak diragukan lagi kepakarannya dalam dunia manajemen. Dia dianggap sebagai bapak pendiri disiplin manajemen, serta merupakan pemikir dan penulis paling berpengaruh secara luas tentang organisasi modern dan manajemennya. Pada tahun 2002, dia dianugerahi Presidential Medal Freedom. Harvard Business Review menulis, “Tulisan-tulisannya merupakan tonggak penting bagi profesi manajerial.”
Sam
Buku gudangnya ilmu, membaca adalah kuncinya.
Penulis : Habiburrahman el Shirazy
Penerbit : MQS Publishing
Cetakan/Tahun : Cetakan XVII/ 2008
Tebal : 116 halaman
“Maka lihatlah sejarah- sejarah moyangmu untuk kebaikan masa depanmu,” demikianlah petuah bijak yang menafasi kelahiran buku ini. Buku best seller nasional ini memuat 29 kisah pilihan yang diambil dari hadits Nabi, kisah- kisah zaman sahabat Nabi, zaman tabi’in, dan kisah keteladanan dari berbagai belahan dunia Islam. Bahkan, beberapa kisah juga diambil dari fabel- fabel terkenal yang termaktub dalam kitab Al- Qira’ah Al- Rasyidah.
Karena diambil dari sumber- sumber terpercaya, buku ini tak hanya sekedar dongeng. Namun lebih dari itu, aneka kisah dan cerita yang ada di dalamnya mengandung jutaan ibrah atau pelajaran yang dapat menginspirasi pembacanya. Silahkan selami lautan isinya karena hikmah adalah mutiara yang hilang dan setiap orang berhak mendapatkannya.
Dibaca dari awal hingga akhir, semua kisah dalam buku ini penuh ajaran tentang budi pekerti (akhlak), kearifan, dan kebijaksanaan hidup. Semuanya diceritakan dengan indah, mengalir dan komunikatif. Meski bukan dongeng, buku ini cocok dibaca sebagai pengantar tidur maupun sumber inspirasi sebelum kita memulai aktivitas sehari- hari. Semoga kisah- kisah dalam buku ini dapat memberikan teladan yang baik untuk kita semua dan tentunya dapat membangun kepribadian dan akhlak kita. Amin. Selamat membaca!!!
Judul : 64 positive ways to be a super muslim: 64 sikap positif mengubah anda menjadi muslim super.
Pengarang: Dr. Muhammad Ali Al-Hashimi
Tebal : 133 halaman
Penerbit : pustaka hidayah, ikip
Cetakan ke : cetakan 1, Muharam 1428 H
Super muslim???
Wow…siapa sih yang tak ingin menjadi super muslim?? Saya bisa memastikan, pasti hamper setiap muslim di dunia ini ingin menjadi seorang super muslim. Tak terkecuali ane.. (hehe.. J)
Apa yang pertama kali muncul dipikiran anda ketika mendengar kata super muslim? Kalau ane sih…langsung berkelebat bayangan tokoh-tokoh muslim yang tangguh pada jaman rosulullah macam ali ra, abdurahman bin auf, thoriq bin ziyadh dan lain sebagainya… yayaya,,mereka semua memang super muslim..dan sudah sewajarnya juga kalua kita pemuda muslim masa kini ingin seperti mereka.
Buku 64 positive ways to be a super muslim,,memuat 64 sikap atau bisa dibilang “jurus ampuh” buat kamu-kamu semua yang pengen jadi super muslim.
Dr. Muhammad Ali Al-Hashimi mengemas buku ini dengan ringan dan menarik,,setiap halaman berisi satu jurus ampuh hanya terdiri dari 1-2 kata, dilengkapi dengan bahasa inggris lalu di sebelah kanannya terdapat gambar yang mencerminkan sikap tersebut. sehingga pembaca benar-benar bisa mengaplikasikannya. Minimnya kata yang terdaat dalam tiap halaman tidak mengurangi penyampaian maksud dari buku ini.
Banyak kejutan dalam buku ini, banyak sikap yang biasanya dalam kehidupan sehari-hari kita anggap sepele ternyata merupakan sikap positif seperti riang, rileks dll.. aspek spiritualnya mewarnai setiap jurus yang diberikan, sehingga daya dobraknya untuk menggerakan hati, mental, pikiran, jauh berlipat ganda ketimbang buku-buku sejenisnya..
So..bagi antum semua yang pengen jadi super muslim buruan baca buku ini. Salam Super Muslim!!!
Judul : Sherlock Holmes : Misteri Yang Tidak Terpecahkan
Pengarang : Mitch Cullin
Penerbit : Penerbit Hikmah
Halaman : 513 hal + xiv
Sebuah buku terjemahan pada umumnya memiliki tingkat bahasa dan jalan cerita yang berbeda dari pada buku non terjemahan pada umumnya. Tidak terkecuali dalam kisah lelaki tua yang dahulunya tersohor, Serlock Holmes. Detektif terkenal sepanjang cerita petualangan kasus misteri.
Novel yang dahulunya dikarang oleh Conan Doyle ini, akan mengalami banyak perbedaan saat dikarang oleh Mitch Cullin. Banyak sanjungan yang didapatkannya dari media-media di Amerika. Seperti halnya media The New York Time mengatakan bahwa novel ini mengaharukan, sebuah gambaran menyentuh tentang masa tua seorang pria yang dahulu pernah bebas.
Pada pembukaan cerita ini akan didapatkan lelaki tua renta yang terlihat tidak berdaya dengan ketuaannya. Berjalan layaknya lelaki jompo pada umumnya. Kegagahan diusia mudanya seakan tertelan usia tuanya. Kejayaannya tak terlihat sedikitpun.
Ya, dia adalah Serlock Holmes, detektif favorit kita yang hilang ditelan usia. Namun dalam ketuannya ini, kemampuan mudanya akan diuji lagi dalam sebuah kasus. Dalam perjalan kisah tuanya ini, terdapat masalah yang harus dia selesaikan dan hadapi. Bahkan diakhir kisah, masalah yang rumit membuatnya terlihat lebih tidak berdaya.
Kisah Holmes diawali dengan menuliskan kisah petualangan memecahkan sebuah kasus di jaman mudanya ke dalam sebuah buku harian. Perlahan ingatan yang udah lama pun mulai di ingat-ingat lagi. Berlanjut dengan perjalannnya di Kobe menyelesaikan sebuah kasus di usia tuanya. Dan puncak dari kisah ini adalah penderitaannya ditinggalkan oleh orang yang sangat dia kasihi.
Dalam perjalan menyelami kasus, banyak istiah-istilah asing yang unik, menambah pengetahuan kita tentang alam, budaya, dan lebah. Misalnya dari sebuah kejadian alam yang lebih dekat dengan kita yaitu tentang lebah dan tabuhan. Jika kita disengat oleh tabuhan kemungkinan yang akan kita lami adalah kejang perut, mual-mual, tekanan darah anjlok, ada perasaaan lemah lunglai, tenggorokan dan mulut membengkak, sehingga kita tidak akan bisa menelan dan meminta tolong kepada orang lain, perubahan denyut jantung, kesulitan bernapas, dan terakhir kita akan jatuh dala keadaan sekarat. Dan yang memicu seekr tabuhan untuk menyengat adalah karena adnya ketidak nyamanan dari kita manusia. Salah satu adegan dalam novel in yang menerangkan ini, peristiwa meninggalnya Roger anak dari Mrs. Munro pembantu Holmes. Kematian yang diakibatkan kesalahan menyiram lubang rumah tabuhan dengan air.
……………………………………………………………………………………………………..
Bocah itu telah disengat, tentu saja. disengat berkali-kali, Holmes tahu sejak pertama kali lihat. Sebelum Roger mati, kulitnya menjadi kemerahan, gatal-gatal disekujur tubuh. Barangkali Roger kabu dari para penyerannya. Apa pun yang terjadi, Roger telah menyulurkan dari pekarangan lebah ke padang rumput, dikejar oleh kawanan lebah. Tak ada indikasi muntah di pakaiannya atau disekitar bibir dan pipinya, meskipun bocah itu pastilah menderita kejang perut, mual-mual. Tekanan darahnya anjlok, menimbulkan perasaan lemah lunglai. Teggorokan dan mulut sudah pasti membengkak, membuatnya tak bisa menelan atau meminta tolong. Perubahan denyut jantung tentu mengikuti, juga kesulitan bernapas, dan barangkali pikiran mengenai maut yang mendekat (Roger adlaah anak yang cerdas……………). Lalu, seperti tergelicir memasuk sebuah pintu bawah tanah, dia roboh di tengah rerumputan dan menjadi tak sadarkan diri — sekarat……………………………………………………………………………………..
…………………………………………………………………………………………………………………..
Dari budaya banyak hal yang terjadi dalam perjalan Holmes di Kobe,Jepang. Tertama perjalanannya denga Mr. Umezaki di sebuah pantai. Perjalan mencari sebuah daun prickly ash yang digunakan sebagai royal jelly. Terdapat seorang shamisen, di tepi pantai yang di ikuti oleh anak-anak kecil dibelakangnya. Dalam bahasa Indonesia shamisen berarti sejenis kecapi.
…………………………………………………………………………………………………….
Dengan bantuan Mr. Umezaki, Holmes berdiri disampingnya, menatap ke balik rumput liar. Mereka melihat sebuah arak-arakan renggang dan panjang anak-anak di pantai, bergerak pelan kea rah selatan menuju tempat para pemulung pantai; pad tempat paling depan berjalanlah seorang lelaki berambut acak-acakan dalam balutan kimono hitam (jari tengah dan telunjuk salah satu tangnnya menekan senar).
“saya kenal orang-orang semacam dia,”tutur Mr. Umezaki setelah arak-arakan itu bergerak menjauh.”Mereka adalah pegemis yang bermain demi makanan atau uang. Sebagian besar sngat terampil memainkannya—sebenarnya mereka cukup makmur di kota-kota yang lebih besar.”
…………………………………………………………………………………………………………………
Namun dari segi alur kita akan mendapatkan alur yang begitu rumit, tidak seperti sebgaian novel lainnya. Dan ini adlah cirri khusus dari setiap permasalahan yang terjadi dalam sebuah kasus petualangan. Yang membedakan dengan novel pad umunya adalah kita mendapatkan tiga kasus dalam novel ini. Dan alur dalam setiap kisahnya akan saling terpisah dalam setiap kelanjutannya. Jika kita termasuk orang yang tidak terlalu suka dengan membaca aka merasa cepta bosan. Begitu pun jika kita termasuk awam dalam membaca novel, hal membosankan akan kita temui terlebih dahulu sebelum menyelesaikan kisah ini.
Ke tiga kisah yang akan kita dapati adalah kisah pada masa lalu Holmes yang tidak pernah ia pecahkan masalahnya dan diakhiri dengan meninggalnya seorang gadis yang dikasihi oleh Holme sekaligus istri dari kliennya. Dan dikasus yang kedua, Holmes akan mengajak kita berjalanjalan mengunjungi dengeri Sakura yang berakhir dengan sebuah pengakuan masa lalu Holmes. Sedangkan peristiwa kasus terakhirnya adalah kehidupan Holmes saat ini yang sekali lagi dtinggal oleh orang yag dia kasihi. Ketiga kisah tersebut dirangkai dalam satu rangkaian peristiwa, tersusun begitu apiknya. Diakhir kisah akan didapata Holmes yang tenggela dalam dukanya
Judul : 40 Tanggung Jawab Anak Terhadap Orang Tua
Penulis : Drs. Muhammad Thalib
Penerbit : Irsyad Baitus Salam
Tahun : 1995, cetakan ke-4
Terkadang, ketika seseorang sudah berada jauh dari orang tuanya, Dia melupakan kewajiban-kewajibannya terhadap orang tuanya. Padahal jelas-jelas Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 23, bahwasannya..adalah kewajiban seorang anak untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Bahkan islam telah memerintahkan kepada setiap pemeluknya untuk senantiasa berbuat baik kepada orang tuanya sekalipun orangtuanya itu syirik. sungguh islam telah memandang kedudukan orang tua begitu mulia.
Melalui buku ini, kita diajak untuk memahami apa saja yang termasuk ke dalam bentuk amalan-amalan yang termasuk ke dalam kategori birrulwalidain. Buku ini cukup ringkas menjelaskan 40 tanggung jawab anak terhadap ornag tua, yang insyaAllah telah mewakili semuanya, hanya dalam 168 halaman. Saya bilang ‘hanya’ karena ukuran buku ini relative kecil, dan cukup di saku kemeja sehingga mudah dibawa kemana-mana.
Penulisnya, Drs. Muhammad Thalib, mengurutkan 40 tanggung jawab ini dari yang paling ringan dan cukup mudah dikerjakan hingga yang cukup berat. Disini juga dijelaskan kewajiban seorang anak yang telah berkeluarga, sehingga walaupun seorang anak telah berkeluarga ia tetap mengerti tanggung jawabnya terhadap orang tuanya.
Buku ini perlu dibaca oleh kita, apa lagi yang sekarang merantau jauh dari ortu. insyaAllah,,dengan begitu kalian jadi teringat lagi dengan tanggungjawab-tanggungjawab kepada orang tua yang mungkin telah kalian lupakan secara perlahan tanpa kalian sadari. Demikian resensi ini. Moga bemanfaat. shof
Hati Sebening Mata Air : Bahasa Mudah Dipahami Dan Tidak Menggurui
Judul Buku : Hati Sebening Mata Air
Pengarang : Amru Khalid
Penerbit : AQWAM
Tebal Buku : 264 hal
Tahun Terbit : 2006
Buku yang berjudul “Sebening Mata Air ”, merupakan buku terjemahan dari Mesir. Buku yang berjudul aslinya Islahul Qulub, membahas permasalahan yang sering muncul di kehidupan sehari-hari. Terdapat 10 bab pembahasan dalam buku ini. Diataranya tentang Ikhlas, Riya’, Taubat, Tawakal, Cinta Haaba Pada Allah, Cinta Allah Pada Hambanaya, Tanda-tanda Cinta Allah KepadaHambanya, Mengendalikan Diri, Jalan Menuju Surga, dan terakhir Takut Kepada Allah. Dalam pembahasan setiap permasalahan babnya disertai dengan Hadist-hadist dan ayat-ayat pendukung serta beberapa conto cerita sahaat Rosul.
Buku yang ditulis oleh Amru Muhammad Hilmi Khalid, itu nama aslinya, mempunyai gaya tersendiri dalam penulisannya. Dengan gaya bahasa yang tidak terkesan menggurui, Amru Khalid, nama singkatnya, membuat kita merasakan sesuatu yang diharapka olehnya terjadi saat kita membaca buku ini. Setiap kata yang dirangkai membentuk kalimat yang embuat kita merenungi segala perbuatan kita baik yang sudah lampau atau yang sedang kita lakukan sekarang serta langkah apa yang akna kita lakukan unuk masa depan. Sebuah kalimat pengingat tentang perilaku kita itulah yang ia coba sajikan dalam buku ini. Semisal pada halaman 64 tentang sub bab Lalai Dengan Tujuan Penciptaan.
……………
Sufyan ats-Tsaury ra.,tabi’in yang menimba ilmu dari sahabat, berkata, “suatu hari aku duduk-duduk menghitung dosa-dosaku. Lalu aku berkata pada diriku,’Kau akan bertemu Allah, wahai Sufyan, Dia akan menanyakan padamu dosa dei dosa’.”
Bayangkanlah siapa Abu Sufyan? Ia seseorang Imam Tabi’in. Lalu berapa kali kita menghitung dosa yang kita lakukan?
Lalu ia berkata lagi dirinya, “Inikah yang kau ingat, Wahai sufyan. Bagaimana dengan yang Allah ingat, dank au melupakannya? Bertaubatlah sebelum kau bertemu Allah.”Lalu, ia berkata lagi,”Akupun duduk mengingat-ingat umurku setahun dei setahun. Lalu berdiri santai, aku merasa tenang.”
Pernahkah kita mengingat waktu awal kedewasaaan kita mengingat waktu kedewasaan kita, dan bertaubat dari dosa masa kecil? Tahun pertama kita telah betaubat, lalu bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya? Sudahkah kita bertaubat dari dosa yang telah kita lupakan?
…………………………………..
Dari cuplikan diatas mengngatkan kita akan dosa kita yang telah lampau baik yang masih kita ingat maupun yang telah kita lupakan dan hanya Allah yang masih mengetahuinya. Suatu kalimat yang mengajak kita untuk merenungi perilaku kita dan tidak terkesan untuk menggurui.
Dari buku ini terdapat berbagai petuah dan moivasi untuk menjalani hidup menjadi lebih baik dan melakukan sesuatu dengn sebaik-baiknya sesuai dengan yang telah diajarkan Allah melalui utusannya. Dengan kalimat yang ringan mudah dipahami dan berbagai contoh memperjelas kalimat pesan dari Amru Khalid. Pria kelahiran mesir ini membuat buku ini unggul dari segi bahasa yang mudah untuk dipahami dan dimengerti maksud penulisan buku ini. Selain tiu dengan hadist dan ayat-ayat penunjang menambah wawasan terhadap topic pembahasan.
Penuh Inspirasi Dan Se
mangat Juang
Judul Buku : Aku Terlahir 500 gram Dan Buta
Pengarang : Miyuki Inoue
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tebal : xiv+183 hal
Tahun Terbit : 2008
Apa yang akan kita lakukan jikalau kita terlahir dalam keadaan abnormal dan buta? Tentunya kita akan merasa minder dengan pergaulan sehari-hari. Dan merasa hanya sebagai anak cacat yang tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan orang lain. Ini sebuah kebiasan mind set seorang abnormal namun berbeda halnya dengan Miyuki, gadis jepang yang terlahir dengan berat 500gram dan buta. Walau dengan ketidak sempurnaan fisik, dia tetap melanjutkan hidupnya dengan optimis dan penuh perjuangan. Berbagai prestasi telah ia raih dari ia kecil hingga dewasa. Diantaranya pada tahun 1998, pemenang lomba mengarang tingkat Kyushu dan 1999 karyanya mengantarnyamenjadi pemenang. Kekurangannya tidak menjadikan alasan baginya untuk melakukan seperti yang orang normal lakukan bahkan bersepedapun ia lakukan dengan mata yang tidak berpenglihatan.
Dalam buku’Aku Terlahir 500 gram dan Buta’ini berbagai pengalam dan kisah dari hidupnya ia tuangkan. Mulai dari sebelum ia dilahirkan sampai ia sekarang saat ini. Terdapat kisah-kisah menarik dalam buku ini, diantaranya saat keinginannya untuk menaiki sepeda layaknya orang normal pada umumnya. Dengan duungan sang ibu ia mulai belajar menaiki sepeda walaupun sapai 32 kali dia terjatuh dan tanpa edikitpun sang ibu membantunya untuk berdiri dari jatuh.
……………………………….
“Suatu hari, aku mendengar lagu tentang ‘naik sepeda’ yang diputar di radio. Indah syairnya. Mendengar lagu itu, aku ingin mencoba naik sepeda, mencoba merasakan bagaimana rasanya diterpa angin saat menaiki sepeda.”
“Ibu, boleh tidak aku belajar naik sepeda. Lagu itu bercerita tentang enaknya naik sepeda dan aku ingi mencobanya,”kataku.
“Wah kenapa tidak? Ayo dicoba!”Ternyata ibu mendukungku Kami menunggu waktu samai hari Minggu, saat Ibu mendapatkan libur.
…………………………………….
“Ayo Miyuki, pertama ibu akan membantumu cara memegang sepeda ini. Lalu cobalah sendiri cara memegangnya. Setelah itu kamu belajar duduk dulu. Ayo, kamu harus bisa!” ibu menyemangatiku.
……………………………………
Aku tidak percaya ini. Jahat sekali Ibu. Masa anaknya jatuh dari sepeda malah diam saja. dia hanya berteriak dari bangku,”Ayo cepat berdiri!”
“Sakit,”keluhku………..
……………………………………
Setelah 32 kali jatuh, aku lupa rasa sakitku. Yang bisa aku lakukan hanyalah mencoba dan terus mencoba menaiki sepeda.
Saat itu ada angin menerpaku. Aku bisa naik sepeda! Ibu berlari kearahku. “Kamu hebat, Miyuki. Kamu terus bersemangat dan berusaha sampai bisa!” Dia memelukku.
……………………………..
Dari cuplikan diatas banyak hal yang bisa kita ambil dan teladani perjuangan dari anak buta yang ingin merasakan sesuatu yang kebanyakan orang blang hanya bisa dilakukan oleh orang normal. Dengan usaha yang keras dan semangat tinggi ia akhirnya bisa mencapai tujuannya. Tenu saja dengan dukungan dari seorang ibu.
Cara mengajar yang berbeda kita dapatkan dari penggala cerita di atas. Memperlakukan seolah-olah Miyuki sebagai anak normal, ia berikan kemandiran kepadanya. Sikap yang jarang diperakukan kepada anak cacat pada umumnya.
Sedangkan dari segi bahasa, penggunaan kata ganti orang pertama tunggal membuat pembaca serasa dialah tokoh utama dalam kisah ini. Bisa merasakan perjuangan, semangat, kerja keras dari anak cacat yang berjuang meraih tujuannya. Bahkan bisa membawa pembaca untuk meras benci ataupun sayang terhadap sikap sang Ibu. Serta bisa pula merasakan perjuangan sang ibu dalam membesarkan dan mendidik Miyuki menjadi gadis yang mandiri.
Dalam buku ini terdapat foto-foto pendukung dari setiap kisahnya. Dari saat dia masih kecil, di ruang incubator , saat dia meraih penghargaan atas karya-karyanya, saat periatiwa dia naik sepeda, dan masih banyak lagi foto-foto yang mencerminka keunggulan-keunggulannya dari pada seorang gadis normal biasa.
Inspiring Words For Your Life
Diambilkan dari dua novel karya Peter O’Connor
- When Tomorrow Comes
- Seeking Daylight’s End
When Tomorrow Comes (Novel)
- Yang penting bukan berapa lama kita hidup, melainkan hidup yang bagaimana yang telah kita jalani.
-
Aku ingin mengalami hidup sampai aku mati.
-
Satu hal yang selalu benar, yaitu waktu yang kita buang tak mungkin diperoleh kembali. Kita masing-masing diberi satu kali kehidupan, dan kalau kita menyia-nyiakan hidup itu untuk hal-hal yang tidak sungguh-sungguh kita cintai, yang kita dapatkan hanyalah tragedi.
-
Kita tidak boleh takut pada perubahan, hidup itu dimaknai oleh perubahan. Kita semestinya malah takut kalau kita sama sekali tak pernah berubah.
- Akan selalu ada hal-hal yang tak mampu kau kendalikan, tapi kau baru benar-benar gagal kalau kau membiarkan hal-hal ini mencegahmu mencoba. Kalau kau tak pernah menagambil resiko, kau pun takkan pernah mencapai apa-apa. Lebih baik mencoba dan gagal, daripada takut mencoba.
-
Ada orang yang menghabiskan hidup tanpa pernah sekali pun mencoba melakukan hal-hal baru, karena mereka takut gagal. Yang tidak mereka sadari adalah, walaupun orang pemberani tidak hidup abadi, orang yang selalu berhati-hati malahan tidak pernah hidup sama sekali.
-
Besok…
Akan kulakukan segalanya yang memang seharusnya kuperbuat, dan semuanya akan menjadi lebih baik.
Besok aku akan meluangkan waktu untuk menyelesaikan segalanya,
Karena jauh di lubuk hatiku, aku tahu bahwa apa pun yang tidak segera kulakukan takkan pernah terjadi,
Karena esok tak pernah tiba.
…
-
Kalau kita buang semua bagian diri kita yang merupakan hasil dikte orang lain, apa yang tersisa ?
Kita bangga atas individualitas kita, tapi kita berusaha menjadi apa yang diharapkan orang lain dari diri kita.
Dalam usaha kita agar disukai orang lain, kita menyerahkan kendali atas hidup kita sendiri, dan membiarkan mereka yang menentukan nasib kita.
Untuk menghibur diri, kita menciptakan hal-hal yang kreatif untuk menyenangkan diri kita, agar kita tetap gembira, agar kita tetap sibuk. Agar kita tidak perlu memikirkan apa saja kehilangan kita.
Kita menganggap diri kita penguasa atas segalanya di bumi ini, tapi karena kita tidak berkuasa membuat keputusan sendiri, sesungguhnya kita bukanlah penguasa apapun.
Kita hidup dalam sangkar yang terbuat dari tuntutan, rutinitas, dan kebiasaan, dan setelah begitu lama hidup dalam batas-batas ini, kita lupa bahwa kita sesungguhnya terperangkap.
Kalau kita buang semua bagian diri kita yang merupakan hasil dikte orang lain, apa yang tersisa ?
Masihkah ada yang tersisa ?
- Untuk menyederhanakan hidupmu, putuskan apa saja yang paling penting bagimu dan jatuhkan pilihanmu.
- Kita ingin hidup kita berbeda,
tapi tak ada yang pernah berubah,
jadi kita pun masih tetap sama.
- Kejarlah lebih dari sekedar kenyamanan hidup. Gapailah bintang-bintang !
-
Ingatlah apa yang kaucari dari hidup ini, dan teruslah maju ke arah tujuan itu. Hanya kau yang punya kuasa untuk meraihnya, atau membuat dirimu sendiri gagal. Tak ada orang lain yang diminta pertanggungjawabannya. Putuskan apa yang kauinginkan, dan berusahalah untuk menjadikannya kenyataan. Jangan sampai kau lupa hidup karena terlalu sibuk bermimpi.
-
Waspadai pemikiran-pemikiran. ”Besok”…Kalau kau mulai menunda hal-hal yang ingin kau lakukan untuk untuk hari lain, ingatlah, hari esok itu tak pernah datang.
-
Jangan tumpahkan air mata untukku. Sebaliknya, tertawalah, dan hiduplah, dan temukan kebahagiaan.
-
Hidup terdiri atas serangkaian momen. Bagaimana kita memilih untuk melewatkan momen-momen ini, dan bermakna tidaknya kenangan-kenangan itu, inilah yang memberi arti bagi hidup kita.
Seeking Daylight’s End (Novel)
- Siapa pun bisa berani membayangkan hal yang luar biasa, tapi hanya sedikit yang benar-benar luar biasa sehingga berani mencoba melakukannya.
- Selama ini kita hidup dalam batas-batas yang sudah ditentukan sebelum kita lahir. Tidakkah kalian ingin menemukan sesuatu di luar batas itu, dan menuturkan kisah kalian sendiri?
- Keberanian lahir dari kekuatan untuk percaya pada dirimu sendiri, meski tak ada orang lain yang percaya padamu.
- Kalau kau pasang telinga baik-baik, kau akan bisa mendengar gema kebijaksanaan dan pengetahuan dari berbagai tempat dan waktu. Seluruh pengetahuan yang terkandung di dunia ini tersedia bagi siapapun yang mau percaya dan mau mendengarkan. Lebih dari segalanya, inilah yang akan membantumu menuntaskan perjalananmu.
-
Kita tak bisa mengajari orang untuk percaya, mereka harus menemukan sendiri jalan mereka.
- Jangan pernah berhenti percaya pada dirimu sendiri dan impianmu. Asal kau tidak menyerah dan terus berusaha, kau akan selalu mencapai apa yang sungguh-sungguh kauinginkan. Satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalanmu adalah dirimu sendiri.
-
Kalau kita tak mau mendengarkan, kita pasti takkan mendengar.
-
Kebebasan adalah pilihan yang hanya bisa dibuat oleh dirimu sendiri, kau diikat hanya oleh belenggu ketakutanmu.
- Berusaha lalu gagal bukanlah tragedi. Tragedi terjadi kalau kita tidak pernah berusaha karena takut gagal.
-
Mereka yang percaya sesuatu itu mustahil, akan selalu mendapati hal itu memang mustahil. Sementara mereka yang percaya tidak ada yang mustahil, akan selalu menemukan jalan
-
Terkadang risiko dalam hidup adalah tak pernah mengambil risiko sama sekali.
- Kalau kau takut pada sesuatu hanya karena hal itu berbeda dari apa yang biasanya kauketahui, berarti kau mengurung dirimu sendiri dalam penjara yang bahkan lebih kokoh daripada tembok-tembok yang paling tinggi.
- Meski kita semua mempunyai tujuan yang sama, masing-masing harus menemukan jalannya sendiri. Sebab tak ada jawaban yang bisa ditemukan hanya dengan mengikuti jejak kaki orang lain.
-
Nilai seseorang tidak ditentukan oleh kemampuan atau penampilan fisik mereka, melainkan oleh pikiran, perbuatan, dan tindakan mereka.
- Dalam hidup ini, kita hanya mendapatkan kembali apa yang kita berikan. Kepercayaan, bila diberikan dengan murah hati, akan dibalas dengan kepercayaan juga.
-
Hidup penuh dengan bahaya. Hadapi rasa takutmu dan lakukan apa yang harus kaulakukan. Jangan samapai rasa takut menghalangimu hidup.
-
Jangan pernah putus asa dalam menggapai impianmu, karena hanya ada satu orang yang bisa menghentikanmu : dirimu sendiri. Ingat! Kalau kaupikir kau akan gagal, kau pasti akan gagal.
- Tujuan apa yang menggerakakkan hidupmu? Tujuanmu sendirikah, atau tujuan orang lain?
-
Ketika rasa putus asa menghancurkan semangatmu dan keletihan menjerat tubuhmu, satu-satunya pilihanmu adalah meneruskan perjalanan, meski tampaknya kau pasti gagal, karena hanya pada saat itulah kau punya kesempatan untuk berhasil.
-
Sebelum orang lain bisa membantumu, kau harus bersedia membantu dirimu sendiri.
- Kalau kau bisa melakukan hal-hal besar karena orang lain percaya padamu, bayangkan apa yang bisa kaulakukan kalau kau percaya pada dirimu sendiri.
-
Walau perjalanan kita tampak sulit, hanya rasa takut yang bisa mencegah kita maju terus. Tapi rasa takut itu sesungguhnya hanya ada dalam pikiran kita, bukan dalam kenyataan. Apakah kita mau melihat jurang yang tak bisa diseberangi, atau petualangan mendebarkan. Itu pilihan kita sendiri.
- Tak ada yang bisa menenangkan pikiran kita, membuka hati kita atau membantu kita mengerti, karena semua itu harus kita lakukan sendiri, dan kebenaran akan datang kalau kita sudah siap menerimanya.
Judul Buku : Tangannya Menjadi Lumpuh
Menyelami Kisah-kisah Tragis Akibat Durhaka Kepada Orang Tua
Pengarang : Fathurrohman Muhammad Jamil
Penerbit : Mumtaza
Cetakan I : April 2007
SINOPSIS
“Wahai anakku, telah berlalu tahun demi tahun dari usiamu, dari dirimu selalu kubawa dalam hatiku. Aku memandikanmu dengan kedua tanganku, kujadikan pangkuanku sebagai bantalmu, dan dadaku sebagai makananmu. Aku berjaga semalaman agar engkau bisa tidur. Aku susuri siang hariku dengan keletihan demi kebahagiaanmu. Dambaanku setiap hari adalah melihatmu tersenyum, dan idamanku setiap saat adalah engkau memintaku sesuatu yang aku dapat melakukannya untukmu. Itulah puncak kebahagiaanku….”
Sepotong kisah dari buku di atas, kiranya sudah dapat mengambarkan garis besar isi buku kecil ini. Ukuran kecil, bukan berarti membahas hal-hal kecil atau sepele. Pembaca akan mengkonsumsi berbagai macam kejadian-kejadian yang berhubungan dengan berbakti kepada kedua orang tua. Bukan berarti untuk menakut-nakuti pembaca, namun pengarang lebih bertujuan agar masalah berbakti kepada orang tua menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Tidak jarang dalam kehidupan sehari-hari, secara sadar atau tidak, kita telah menyakiti mereka.
Sesungguhnya berbakti kepada orang tua adalah sebuah nilai luhur yang telah Allah sejajarkan denganlangsung ketaatan dan peribadahan kepada-Nya. Allah meninggikan nilai luhur ini hingga mencapai derajat penghormatan dan keikhlasan yang mutlak. Allah telah berfirman,”… dan kepada kedua orang tua, hendaklah berbuat baiklah…”( Q.S Al Isra’:23)
Ihsan (berbuat baik kepada orang tua) bisa diartikan dengan beragam kesantunan yang sifatnya menyeluruh, ketaatan tanpa pamrih, tunduk, benar-benar merendah, penuh kasih sayang dan bersikap perhatian kepadanya. Diantara salah satu bentuknya adalah mencurahkan segenap tenaga guna mendapatkan keridhoan kedua orang tua, serta mencintai mereka, meskipun mereka adalah orang kafir dan telah mengabaikan kewajiban mendidik dan melindungi anaknya.
Sungguh, berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan nilai keislaman yang paling agung, yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kita. Oleh karena itu, Fathurrohman Muhammad Jamil, pengarang menyuguhkan berbagai macam kisah, baik kisah berbakti kepada orang tua ataupun kisah kedurhakaan terhadap keduanya.
Secara umum, buku ini mempunyai bahasan yang mudah dipahami. Lebih banyak menjelaskan lewat kisah-kisah, menjadikan bahan bacaan ini lebih menarik dan tidak membosankan. Akan menjadi bahan renungan, bagi kita yang masih sering menyakiti orang tua. Akan memberi pencerahan dan menyadarkan segala tingkah laku kita. Semoga dengan hadirnya buku ini, menjadikan kita semakin bijak dalam memperlakukan orang tua. Karena bagaimana pun, suatu saat nanti kita akan menjadi orang tua. Kalau takut disakiti oleh anak-anak kita kelak, maka jangan sekali-kali menyakiti hati orang tua kita. (Khoirul)
Judul Asli : Zaadun Alath Thariq
Penulis : Syaikh Mushthafa Mansyhur
Penerjemah : Khozin Abu Faqih, Lc
Jumlah Halaman : 320 halaman
Tebal Buku : 11,5 x 17,5 cm
Penerbit : Al – I’tishom Cahaya Umat, 2007
Buku ini menginspirasi kita untuk membekali dengan segala yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan (dakwah) yang mengantar pada tujuan yang diidam – idamkan. Bekal yang dapat memantapkan hati kita. Ia bukan hanya sekedar bekal, akan tetapi perniagaan yang ditawarkan Allah SWT . sebagaimana firman-Nya, “ hai orang – orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?” (Ash shaff:10).
Buku ini juga menerangkan, bagaimana menghadirkan bekal dalam diri kita agar tidak merasa lelah dan futur ketika menempuh perjalanan (dakwah) yang jauh. Bahkan, di dalam buku ini dijelaskan pula bahwa di setiap amalan – amalan yang tengah diperintahkan Allah SWT mengandung bekal, seperti yang tertulis dalam sub bab, antara lain : Dalam sirah yang yang harum terdapat bekal, Dalam ibadah shalat terdapat bekal, Dalam ibadah puasa terdapat bekal, Dalam qiyamul lail terdapat bekal, serta pada amal yang shalih terdapat bekal.
Bahasa yang dipakai dalam buku ini pun sangat mudah dipahami. Setiap makna diutarakan apa adanya, tanpa terkesan memaksakan dan danpa menggurui. Untuk memahaminya juga tidak perlu berpikir panjang, cukup membacanya untuk diketahui maknanya ( jangan lupa diamalkan).
Bagi yang mengaku aktivis (dakwah), buku “ Bekal dakwah “ ini adalah sebaik – baik teman bagi Anda yang ingin lebih mengenal jalan yang ditempuh dan mengetahui arah langkahnya. Dengan buku ini pula Anda dapat mengetahui jalan allah SWT yang lurus.(Isman)
Wawan Ismanto / wan _moslem105@yahoo. co.id
Penulis : Arief Alamsyah N
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Umum
Tahun : 2008
Halaman : 250
Tak peduli siapa Anda sekarang, seberapa tinggi karier Anda, seberapa melimpah kekayaan Anda, seberapa banyak orang yang memuja Anda, Jika hari ini Anda tidak bahagia, berarti ada yang salah dalam hidup Anda
Arif Alamsyah mencoba untuk merumuskan The Way to The Happiness melalui 6 Bagian.
Anda memang sukses. Tapi apakah Anda bahagia? Itulah kalimat pertama yang tertulis dalam bagian I “Oase Kebahagiaan” buku ini. Betapa banyak orang yang mengaku sukses, tapi tidak kunjung bisa merasakan kebahagiaan. Jangan pernah menunggu kebahagiaan, karena sadarilah bahwa hidup tidak akan memberi kita kebahagiaan, sebelum kita sendiri datang menjemputnya.Dalam bagian ini dijelaskan pula faktor-faktor penyebab ketidakbahagiaan kronis. Hal tersebut meliputi Unfinished Emotion, Mind Illusion, Disharmony dan Spiritual Weakness.
Setelah kita tahu apa itu bahagia dan segala faktor yang menyebabkan ketidakbahagiaan. Kita harus melepaskan diri dari segala belenggu yang masih memenjara kita untuk meraih kebahagiaan. Dalam bagian 2 berjudul “Release” ada 3 kunci pembebasan. Kunci pertama adalah memaafkan,kunci kedua adalah menerima /rida dan kunci terakhir adalah taubat.
Saat kau telah bebas. Terbanglah dengan sayap syukur dan kepasrahan. Maka kau akan melihat bahwa kehidupan memang indah. Bagian 3 “Recorvery” mengajak kita bersyukur. Dalam konteks kebahagiaan, syukur adalah obat sekaligus motivator yang secara terus menerus mengalirkan kekuatan kepada kita untuk menjadi orang paling bahagia di dunia.
Sebuah cuplikan sangat menyentuh tentang syukur diabadikan dalam buku ini. Ada seseorang yang tidak punya kaki ditanya kenapa ia begitu bahagia dengan segala kekurangannya.Dengan tersenyum dia bilang,” Saya tidak pernah bertanya kenapa saya tidak punya kaki. Saya bertanya apa yang bisa saya perbuat dengan tangan saya.” (the Science Of Gratitude).Berpasrah juga terkandung dalam bagian Recorvery.Pasrah (tawakal) diartikan dalam 2 dimensi. Dimensi pertama adalah berserah diri kepada Alloh dan dimensi kedua adalah berbaik sangka kepada Alloh.
Dalam menuliskan bagian-bagian dalam buku ini layaknya sebuah tahapan untuk mencari kebahagiaan. Ketika satu tahap telah terpenuhi maka pada tahap berikutnya akan mengantarkan kita meraih kebahagiaan yang sempurna.
Reprogramming setelah recorvery mengajarkan kita untuk menjadi guru yang bijaksana bagi pikiran dan emosimu.Bagian 4 ini membuat kita bisa memilih tombol-tombol emosi yang tepat dalam segala situasi.Kemudian pada bagian 5 , kita akan merasakan kekuatan iman sebagai sumber mencapai kebahagiaan.Ketika kita sudah melakukan itu semua maka bagian 6 keseimbangan adalah kiat bahagia yang menyempurnakan.Bagaimana kita bisa meraih keseimbangan hidup dalam segala bidang meliputi bidang financial,relasi,fisik,intelektual dan spiritual.
Hidup adalah anugerah,jalanilah,nikmatilah.rayakan dan isilah. Nikmatilah setiap saat dalam hidupmu karena mungkin itu tidak akan terulang lagi.The Way to Happiness menapaki jalan kebahagiaan yang membebaskan.
Buku ini sangat menginspirasi,mengajarkan kita bahwa kebahagiaan itu ada dalam diri dan saat kita mempraktekan isinya akan membuat kita mampu mengembangkan happiness dalam segala aspek kehidupan.
Judul Buku : Agar selalu ditolong Allah
Pengarang : Hendra Setiawan
Penerbit : Jabal, Bandung
Tahun terbit :2007
“Siapa saja yang meminta pertolongan Allah, Dia pasti akan menolongnya” (Q.S 7:128)
“Siapa saja yang meminta ampunan Allah, Dia pasti akan mengampuninya” (Q.S 28:16)
Buku ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis yang sudah 5,5 tahun menjadi penghuni di tiga masjid kampus. Beliau yang tinggalnya di masjid, banyak berinteraksi dengan orang. Dari situ beliau berkeyakinan bahwa setiap orang pasti punya banyak kesulitan dan masalah. Banyak diantaranya yang menjadi stres dan frustasi. Melalui buku ini, penulis bermaksud untuk memberikan wacana kepada pembaca mengenai hal-hal apa saja yang biasanya terjadi serta bagaimana penyelesaiannya.
Ada 5 tipe manusia yang hidupnya selalu menderita yaitu:
Manusia yang mengira bahwa hidup ini selalu mulus
Manusia yang mengira bahwa dia akan selalu menghaapi peristiwa yang diharapkan
Manusia yang mengira bahwa dia akan selalu dicintai orang lain
Manusia yang terlalu mencintai sesuatu (benda atau manusia lain)
Manusia yang tidak bergantung kepada Allah
Oleh karena itu, bila kita ingin hidup bahagia, kita harus siap dengan kebalikan dari 5 perastiwa di atas.
Di buku ini dijelaskan bahwa Allah tidak suka pada orang yang mudah putus asa. Karena setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan. Oleh karena itu, cobalah untuk melihat suatu masalah dari banyak segi. Mungkin keadaan kita sekarang lebih buruk dari prang lain, tapi dikemudian hari??? Wallahu a’lam……Karena itu, jalanilah hari ini dengan penuh semangat, tanamkan sikap optimis pada diri kita. Pandanglah kebaikan dari setiap kagagalan yang kita alami. Berdo’alah sebanyak-banyaknya, karena Allah akan selalu menolong hambanya yang sedang dalam kesulitan. Yakinlah bahwa Allah adalah satu-satunya penolong. Hasbunallah wa ni’mal wakill……….
RENCANA KEJAHATAN UNTUK SEBUAH KEAJAIBAN
Judul Buku : Miranda Jangan Ambil Nyawaku
Penulis : Carol Matas
Judul Asli : Cloning Miranda
Penerjemah : Utti Setiawati
Penerbit : Kaifa
Tahun terbit : 2004
Jumlah halaman : 196 halaman
“Siapa subjek-subjek ini? Mengapa mereka mati? Apakah mereka pasien? Dan apa maksud gagalnya fungsi sensorik?Aku membalik halaman – halaman itu dengan cepat. Makin banyak data. Menurutku, tak satu pun yang masuk akal, dan aku terlalu gelisah untuk tinggal di dalam ruangan itu lebih lama lagi.”
Itulah sepenggal kutipan yang terdapat pada halaman 126 dari novel bergenre fiksi ini. Novel ini menceritakan seorang gadis bernama Miranda yang memiliki segalanya, baik kekayaan, kecantikan, kecerdasan dan peran penting dalam resital balet di sekolahnya. Tetapi semuanya berubah, ketika ia mengetahui bahwa dirinya terjangkit penyakit langka dan mematikan yang semakin lama akan merusak fungsi organ hatinya. Hal ini semakin diperburuk setelah ia mengetahui kenyataan pahit dan sangat mengejutkan bahwa dirinya adalah kloning dari anak pertama orang tuanya, Jessika.
Seakan hal tersebut belum cukup buruk dan mengejutkan, ia lalu mendapati sebuah kenyataan lagi bahwa orang tuanya dibantu dokter spesialis dari klinik yang dikelola oleh mereka, ternyata telah membuat seorang kloning lagi sebagai “jaminan asuransi” untuk Miranda. Fakta tersebut memberikan arti bahwa kloning atau “jaminan asuransi Miranda” tersebut harus mati demi menyerahkan organ hatinya untuk menyelamatkan hidup Miranda. Akankah hal tersebut terjadi ?
Terlepas dari kontroversi mengenai kloning itu sendiri, buku ini secara umum lebih menekankan pada nilai nilai kemanusiaan, seperti persahabatan dan kasih sayang keluarga. Alurnya yang cepat dan mudah dimengerti serta klimaksnya yang memuaskan dikemas dengan ringan sehingga cocok untuk pembaca muda atau pembaca yang sekedar ingin menikmati buku yang ringan.
Namun dapat diambil sebuah hikmah dari buku ini bahwa sebagai seorang insan, sabar dan syukur harus senantiasa mengiringi setiap langkah kita. Apabila hal tersebut terjadi, tak ada yang perlu dirisaukan dan dikhawatirkan, sehingga hati kan terasa tenang. Manusia hanya bisa berencana, tak dapat menembus masa depan, sekuat apapun ia. Kematian,apabila Allah SWT menghendaki terjadi pada diri hambaNya, tak dapat ditunda atau digagalkan oleh menusia, meski ia berlindung di balik benteng yang paling kokoh sekalipun. Akan tetapi yang perlu diperhatikan manusia adalah setiap hikmah yang diberikan Allah pada setiap peristiwa, pada setiap skenario terindah yang ia pilihkan untuk setiap hambaNya.
Carol Matas adalah penulis buku – buku anak dan remaja, diantaranya novel – novel sejarah seperti The Garden, After the War, Lisa, Jesper, Sworn Enemies dan Daniel’s Story. Novel – novel kontemporernya antara lain The Freak dan Telling. Ia juga asisten penulis Perry Nodelman dalam komik petualangan fantasi Of Two Minds dan More Minds. Buku – bukunya meraih posisi – posisi terhormat, diantaranya dua nominasi Governor General’s Award, Silver Birch Award dan Red Maple Award. Carol Matas tinggal di Winnipeg, Manitoba
By Kartika Ratna P.
Judul Buku : MISTERI SHALAT SUBUH – Menyingkap 1001 Hikmah Shalat
Subuh bagi Pribadi dan Masyarakat
(Terjemahan dari Kaifa Nuhaafidzu ‘Alas Shalaatil Fajri )
Penulis : Dr. Raghib As-Sirjani
Penerbit : AQWAM, Solo
Tahun : Agustus 2006 ( Cetakan XV )
Tebal Buku : 151 halaman
“Pernah, salah seorang penguasa Yahudi, menyatakan bahwa mereka tidak akan takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal, yaitu bila jumlah jamaah shalat Subuh menyamai jumlah jamaah shalat Jum’at.”
Pelajaran yang dapat kita petik dari pernyataan di atas adalah ternyata orang Yahudi lebih jeli terhadap kondisi kita, daripada diri kita sendiri. Dengan berbagai alasan, akhirnya kaum muslimin lebih memilih shalat di rumah. Bahkan, bagi sebagian kaum muslimin, kewajiban shalat terwariskan karena kepentingan duniawi.
Dalam lima waktu shalat wajib yang diperintahkan Allah kepada kita, penulis lebih memfokuskan titik permasalahan kepada satu waktu : shalat Subuh, tanpa maksud membedakan satu kewajiban dengan kewajiban lainnya. Shalat yang dikerjakan di antara waktu teristimewa; sepertiga malam terakhir dan waktu fajar, mempunyai kekuatan yang luar biasa. Pelaksaan shalat Subuh yang tepat waktu akan mendorong peningkatan aktivitas sehari penuh seorang muslim sehingga berdampak sosial.
Buku ini terdiri dari delapan bagian dengan beberapa judul kecil di dalamnya. Di bagian pertama, penulis mencoba mengupas shalat Subuh sebagai ujian disertai paparan tentang karakteristik ujian dan ujian yang berat. Pada bagian-bagian selanjutnya, dijelaskan mengenai batas waktu shalat Subuh, ketidakmustahilan untuk mengerjakan shalat subuh dengan contoh kasus, menakar nilai shalat subuh melalui pahala yang dijanjikan Allah dan gambaran siksa pedih bagi yang meninggalkan, serta pandangan Salafusshalih terhadap shalat subuh. Di dua bagian terakhir, penulis juga memberikan tips mudah menjalankan dan menjaga shalat Subuh serta keutamaan waktu Subuh.
Di bagian akhir tulisan, penulis mengungkapkan keinginannya yang merindukan suatu hari dimana masjid yang ada dipenuhi oleh kaum muslimin, saat seorang muslim yang menyesal ketika tertinggal shalat subuh, saat pemimpin kaum muslimin di seluruh negeri Islam menjamin keselamatan seorang muslim yang sedang shalat di masjid, saat mendapati agama Allah adalah agama bagi seluruh penduduk di muka bumi. Akhirnya, penulis sangat merindukan suatu hari saat melihat semua harapan menjadi kenyataan.
Pada setiap bagian dari buku ini, penulis selalu menyertakan kalimat mutiara yang mamapu menggugah hati pembaca. Tak berlebihan kiranya jika buku ini dianggap sebagai agent of change ( agen poerubahan )dalam spektrum yang luas; sosial, budaya, ekonomi dan juga kehidupan religi. Kejelian penulis dalam menelaah hal-hal yang sebelumnya dianggap sepele oleh banyak orang kemudian dapat menghanyutkan pembaca ke dalam pemikiran yang luas dan tajam namun tetap segar. Walhasil, jadilah buku ino sebagai sesuatu yang menggerakkan. Anggapan tersebut dapat dibuktikan dengan respon masyarakat pembaca yang luar biasa yang tertera pada cover buku best seller ini.
Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak.
Semoga bermanfaat …
12 Dzulhijjah 1430 H
_ Dida_
Judul buku : Untaian Mutiara Kehidupan Para Salaf
Pengarang : Sholahudin Abu Faiz bin Mudasim
Penerbit : Pustaka AlFurqon
Tebal buku : 144 halaman
Kelebihan buku:
Buku ini menjelaskan beberapa kisah shahih yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Setelah disampaikan kisahnya, sang Penulis menyampaikan ibrah yang ada dalam cerita tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami. Bahkan ibrah yang tersirat sekalipun disampaikan oleh Penulis.
Isi buku:
Ada seorang laki-laki membeli tanah pekarangan pada seorang laki-laki yang lain. Ketika mencangkul pekarangan yang baru dibelinya, sang Pembeli menemukan sebongkah emas di tanah tersebut. Sang Pembeli menyampaikan ke Penjual bahwa emas tersebut adalah haknya, karena dia hanya merasa membeli tanahnya saja, sehingga sang Penjual berhak atas emas tersebut. Sedangkan sang Penjual menyampaikan kalau itu adalah hak Pembeli karena dia merasa menjual pekarangan beserta isinya. Karena mereka berdua sama-sama merasa tidak berhak atas emas tersebut, maka mereka meminta kepada orang yang bijak untuk memutuskan perkara tersebut. Apa solusi yang akan disampaikan orang yang bijak tersebut? Temukan jawabannya di buku ini!
Selain memuat sepenggal cerita di atas, buku ini juga memuat cerita-cerita yang lain. Berikut cerita-cerita yang ada dalam buku ini: amal baik menjadi jalan keluar, tragedy ashabul ukhduud, matahari tunduk pada seorang Nabi, penduduk syurga terakhir, penduduk syurga bercocok tanam, adakah?, tuduhan keji atas Nabi Musa, karomah tiga bayi ajaib, nabi Ibrahim tiga kali berdusta, Dajjal malapetaka akhir zaman, mayit bangkit dari kuburnya, persaksian binatang yang terdzalimi, masuk syurga karena membuang duri, di balik wasiat menjelang kematian, si pembunuh masuk syurga, dialog yang membawa rahmat, dan balasan bagi seorang penipu.
Membaca buku ini tidak hanya menambah wawasan kita, tetapi juga bisa menambah rasa keimanan kita. Karena sebagian besar cerita yang disampaikan berupa berita-berita yang diluar akal kita.




Komentar Terbaru