RENCANA KEJAHATAN UNTUK SEBUAH KEAJAIBAN

Judul Buku                   : Miranda Jangan Ambil Nyawaku

Penulis                          : Carol Matas

Judul Asli                      : Cloning Miranda

Penerjemah                  : Utti Setiawati

Penerbit                        : Kaifa

Tahun terbit                  : 2004

Jumlah halaman : 196 halaman

“Siapa subjek-subjek ini? Mengapa mereka mati? Apakah mereka pasien? Dan apa maksud gagalnya  fungsi sensorik?Aku membalik halaman – halaman itu dengan cepat. Makin banyak data. Menurutku, tak satu pun yang masuk akal, dan aku terlalu gelisah untuk tinggal di dalam ruangan itu lebih lama lagi.”

Itulah sepenggal kutipan yang terdapat pada halaman 126 dari novel bergenre fiksi ini. Novel ini menceritakan seorang gadis bernama Miranda yang memiliki segalanya, baik kekayaan, kecantikan, kecerdasan dan peran penting dalam  resital balet di sekolahnya. Tetapi semuanya berubah, ketika ia mengetahui bahwa dirinya terjangkit penyakit langka dan mematikan yang semakin lama akan merusak fungsi organ hatinya. Hal ini semakin diperburuk setelah  ia mengetahui kenyataan pahit dan sangat mengejutkan bahwa dirinya adalah kloning dari anak pertama orang tuanya, Jessika.

Seakan hal tersebut belum cukup buruk dan mengejutkan, ia lalu mendapati sebuah kenyataan lagi bahwa orang tuanya dibantu dokter spesialis dari klinik yang dikelola oleh mereka, ternyata telah membuat seorang kloning lagi sebagai “jaminan asuransi” untuk Miranda. Fakta tersebut memberikan arti bahwa kloning atau “jaminan asuransi Miranda” tersebut harus mati demi menyerahkan organ hatinya untuk menyelamatkan hidup Miranda. Akankah hal tersebut terjadi ?

Terlepas dari kontroversi mengenai kloning itu sendiri, buku ini secara umum lebih menekankan pada nilai nilai kemanusiaan, seperti persahabatan dan kasih sayang keluarga. Alurnya yang cepat dan mudah dimengerti serta klimaksnya yang memuaskan dikemas dengan ringan sehingga cocok untuk pembaca muda atau pembaca yang sekedar ingin menikmati buku yang ringan.

Namun dapat diambil sebuah hikmah dari buku ini bahwa sebagai seorang insan, sabar dan syukur harus senantiasa mengiringi setiap langkah kita. Apabila hal tersebut terjadi, tak ada yang perlu dirisaukan dan dikhawatirkan, sehingga hati kan terasa tenang. Manusia hanya bisa berencana, tak dapat menembus masa depan, sekuat apapun ia. Kematian,apabila Allah SWT menghendaki terjadi pada diri hambaNya, tak dapat ditunda atau digagalkan oleh menusia, meski ia berlindung di balik benteng yang paling kokoh sekalipun. Akan tetapi yang perlu diperhatikan manusia adalah setiap hikmah yang diberikan Allah pada setiap peristiwa, pada setiap skenario terindah yang ia pilihkan untuk setiap hambaNya.

Carol Matas adalah penulis buku – buku anak dan remaja, diantaranya novel – novel sejarah seperti The Garden, After the War, Lisa, Jesper, Sworn Enemies dan Daniel’s Story. Novel – novel kontemporernya antara lain The Freak dan Telling. Ia juga asisten penulis Perry Nodelman dalam komik petualangan fantasi Of Two Minds dan More Minds. Buku – bukunya meraih posisi – posisi terhormat, diantaranya dua nominasi Governor General’s Award, Silver Birch Award dan Red Maple Award. Carol Matas tinggal di Winnipeg, Manitoba

By Kartika Ratna P.

Advertisement