You are currently browsing the monthly archive for April 2011.
Anda Jago Kandang atau Kelas Dunia
Judul : Anda Jago Kandang atau Kelas Dunia
Penulis : Iman Supriyono
Penerbit : SNF Consulting, Surabaya
Cetakan : I, 2010
Tebal : xix + 250 halaman
Indonesia tengah mengalami apa yang kalau boleh saya katakan sebagai tsunami produk asing. Bukan lagi banjir bandang yang efeknya besar tetapi jauh lebih besar lagi yang seakan-akan kita tak dapat mengatasinya. Mengapa? Karena kita adalah kita adalah bagian dari tsunami itu, secara tidak sadar.
Mendengar banjir saja kita sudah berfikir bahwa itu bencana. Apalagi tsunami? Tetapi benarkah kita menganggap bahwa apa yang kita alami sebagai sebuah tsunami yang identik dengan bencana, atau kemudahan yang sudah menjadi gaya hidup kita?
Diantara orang Indonesia yang memahami masalah ini menurut saya adalah Iman Supriono, penulis buku Anda Jago Kandang atau Kelas Dunia.
Untuk memahaminya, sejenak kita memang harus berfikir out of the box—berfikir di luar kotak. Bagi sebagian orang, bisa jadi ini mengganggu. Sebab hal itu berarti kita keluar sejenak dari kenyamanan hidup karena kebiasaan mengkonsumsi produk-produk asing. Tetapi jangan salah, berfikir di luar kotak akan membuat kita sehat. Yang benar?
Buku ini bukan hanya sebagai bentuk keresahan tetapi sekaligus solusi, optimisme. Sederhananya adalah jika produk asing bisa menjadi produk global, lalu kenapa produk kita tidak bisa? Itulah semangatnya, mendorong pengusaha Indonesia menjadikan perusahaan dan produknya menjadi pemain global, kelas dunia, bukan hanya jago kandang.
“Amerika serikat adalah negeri para kelas dunia. Dari 2000 perusahaan kelas dunia versi forbes 2010, 536 diantaranya berasal dari Amerika. Jadi 26.80% dari 2000 perusahaan dunia berasal dari Amerika.”
20 peringkat teratas perusahaan Amerika tersebut : JP Morgan Chase, General Electric, Bank of America, ExxonMobil, Wells Fargo, AT&T, Wal-Mart Stores, Berkshire Hathaway, Chevron, Goldman Sachs Group, Procter & Gamble, IBM, Hewlet-Packard, Verizon Communication, ConocoPhilips, Pfizer, Johnson and Johnson, Microsoft, Ford Motor, Merck and Co, Apple.
Nama-nama tersebut sudah tidak asing di telinga kita, bahkan bisa jadi kita adalah salah satu pengguna produknya. Bukan hanya itu saja, coba sebutkan perusahaan-perusahaan global dan produk-produknya yang ada Indonesia. Perhatikan juga iklan-iklan di televisi kita. Tampak jelas ekspansi dan pengaruh mereka di negara kita.
Di samping ini daftar orang terkaya dunia versi Forbes tahun 2010. Di sini diambil 15 saja.
Dari data tersebut Anda mungkin mempunyai analisa sendiri. Tapi perhatikan! Sampai urutan 15 hanya Li Ka-shing saja yang secara tegas dinyatakan memiliki perusahaan konglomerat, yaitu perusahaan yang bergerak dalam berbagai bisnis. 14 sisanya adalah sukses pada perusahaan fokus, yaitu yang bergerak di satu bidang tertentu.
Selanjutnya dari 2000 perusahaan global, Forbes mengelompokkannya menjadi 26 kategori. Dari 26 tersebut 25 diantaranya adalah perusahaan fokus. Satu sisanya adalah perusahaan konglomerat.
Jadi, dengan kata lain Iman Supriono berfikir bahwa perusahaan fokus akan jauh lebih mempunyai peluang besar untuk menjadi perusahaan kelas dunia daripada perusahaan konglomerat. Konsentrasi pada satu bidang usaha untuk menjadi kelas dunia.
Lebih lengkapnya jalan yang harus ditempuh pengusaha adalah :
- Jago kandang
- Temukan jati diri bisnis
- Kerja habis-habisan
- Cash on hand
- Merger, Akuisisi
- Kelas dunia
Lebih lengkap lagi, silahkan baca sendiri bukunya ya… Apalagi kalau Anda seorang pengusaha, membaca buku ini, harusnya tambah membuat Anda bangga. Anda-lah pahlawan Indonesia. Salam takzim saya untuk Anda semua.
(Sam, Tanjung-Kalsel 22/04/2011)

Komentar Terbaru