You are currently browsing the category archive for the ‘Arrida Sani’ category.
Judul Buku : MISTERI SHALAT SUBUH – Menyingkap 1001 Hikmah Shalat
Subuh bagi Pribadi dan Masyarakat
(Terjemahan dari Kaifa Nuhaafidzu ‘Alas Shalaatil Fajri )
Penulis : Dr. Raghib As-Sirjani
Penerbit : AQWAM, Solo
Tahun : Agustus 2006 ( Cetakan XV )
Tebal Buku : 151 halaman
“Pernah, salah seorang penguasa Yahudi, menyatakan bahwa mereka tidak akan takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal, yaitu bila jumlah jamaah shalat Subuh menyamai jumlah jamaah shalat Jum’at.”
Pelajaran yang dapat kita petik dari pernyataan di atas adalah ternyata orang Yahudi lebih jeli terhadap kondisi kita, daripada diri kita sendiri. Dengan berbagai alasan, akhirnya kaum muslimin lebih memilih shalat di rumah. Bahkan, bagi sebagian kaum muslimin, kewajiban shalat terwariskan karena kepentingan duniawi.
Dalam lima waktu shalat wajib yang diperintahkan Allah kepada kita, penulis lebih memfokuskan titik permasalahan kepada satu waktu : shalat Subuh, tanpa maksud membedakan satu kewajiban dengan kewajiban lainnya. Shalat yang dikerjakan di antara waktu teristimewa; sepertiga malam terakhir dan waktu fajar, mempunyai kekuatan yang luar biasa. Pelaksaan shalat Subuh yang tepat waktu akan mendorong peningkatan aktivitas sehari penuh seorang muslim sehingga berdampak sosial.
Buku ini terdiri dari delapan bagian dengan beberapa judul kecil di dalamnya. Di bagian pertama, penulis mencoba mengupas shalat Subuh sebagai ujian disertai paparan tentang karakteristik ujian dan ujian yang berat. Pada bagian-bagian selanjutnya, dijelaskan mengenai batas waktu shalat Subuh, ketidakmustahilan untuk mengerjakan shalat subuh dengan contoh kasus, menakar nilai shalat subuh melalui pahala yang dijanjikan Allah dan gambaran siksa pedih bagi yang meninggalkan, serta pandangan Salafusshalih terhadap shalat subuh. Di dua bagian terakhir, penulis juga memberikan tips mudah menjalankan dan menjaga shalat Subuh serta keutamaan waktu Subuh.
Di bagian akhir tulisan, penulis mengungkapkan keinginannya yang merindukan suatu hari dimana masjid yang ada dipenuhi oleh kaum muslimin, saat seorang muslim yang menyesal ketika tertinggal shalat subuh, saat pemimpin kaum muslimin di seluruh negeri Islam menjamin keselamatan seorang muslim yang sedang shalat di masjid, saat mendapati agama Allah adalah agama bagi seluruh penduduk di muka bumi. Akhirnya, penulis sangat merindukan suatu hari saat melihat semua harapan menjadi kenyataan.
Pada setiap bagian dari buku ini, penulis selalu menyertakan kalimat mutiara yang mamapu menggugah hati pembaca. Tak berlebihan kiranya jika buku ini dianggap sebagai agent of change ( agen poerubahan )dalam spektrum yang luas; sosial, budaya, ekonomi dan juga kehidupan religi. Kejelian penulis dalam menelaah hal-hal yang sebelumnya dianggap sepele oleh banyak orang kemudian dapat menghanyutkan pembaca ke dalam pemikiran yang luas dan tajam namun tetap segar. Walhasil, jadilah buku ino sebagai sesuatu yang menggerakkan. Anggapan tersebut dapat dibuktikan dengan respon masyarakat pembaca yang luar biasa yang tertera pada cover buku best seller ini.
Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak.
Semoga bermanfaat …
12 Dzulhijjah 1430 H
_ Dida_
Seorang tokoh Yahudi mengatakan, “Kami tak akan pernah takut lepada Amat Islam karena mereka bukan umat yang membaca.”
Judul Buku : Spiritual Reading – Hidup Lebih Bermakna dengan Membaca (Terjemahan dari Iqra’ La Budda an Taqra’ & Al-Qira’atu Minhajul Hayati)
Penulis : Dr. Raghib As-Sirjani dan Amir Al-Madari
Penerbit : AQWAM, Solo
Tahun : 2007
Tebal Buku : 207 halaman
Penulis menyadari dan meyakini kemunduran umat Islam adalah akibat dari hilangnya budaya baca yang sebelumnya menjadi karakter khasnya. Lewat buku ini, kedua penulis tak hanya menyajikan teori atau motivasi kosong, tapi juga disertai dengan tuntunan praktis bagi pembaca untuk memilah mengolah dan menyerap berbagai informasi yang dibaca. Tak terkecuali untuk anak-anak.
Buku ini terdiri dari dua bagian dan masing-masing bagian berisi beberapa judul. Bagian pertama mengupas tentang dasar-dasar yang harus dipahami pembaca bahwa membaca bukan sekadar hobi melainkan sebuah konsep hidup dan 10 cara untuk menumbuhkan minat baca. Bagian kedua mulai menjurus pada tujuan utama yaitu adanya panduan untuk menentukan bacaan, mengapa harus membaca, gerakan masyarakat gemar baca, tips mudah membaca, metode menjadikan anak gemar membaca, cara cerdas membaca, bagaimana membaca cepat, potret salaf, potret ulama masa kini dan masih banyak judul menarik lainnya yang ada dalam buku ini.
Di akhir tulisan, penulis juga memberikan masukan pada pembaca tentang hal penting yang harus dilakukan usai membaca yaitu muroja’ah (pengulangan) dengan menjawab beberapa pertanyaan agar pembaca kembali mengingat ilmu yang pernah dibaca sehingga keberadaan muroja’ah lebih dari sekadar membaca.
Pada bagian bawah setiap halaman, terdapat sebuah kalimat yang berupa pesan, kesimpulan ataupun cuplikan kalimat dari tulisan di tiap halaman. Hal itu menjadi salah satu keunggulan dari buku ini. Secara tidak langsung, pembaca dibantu untuk menemukan “inti” dari bacaan (pada halaman tertentu) yang baru saja selesai dibaca.
Motivasi dan tips-tips cerdas dalam buku ini mengajak pembaca lebih “bersahabat” dengan buku. Terlebih, penulis menyisipkan daftar prioritas buku-buku yang harus dibaca yang merupakan titik tolak penting menuju kemajuan dan kejayaan umat Islam. Hal itu pula yang menjadikan buku ini sangat layak menjadi rujukan, apalagi bagi kita yang baru memulai “Gerakan Gemar Membaca” dalam diri kita. Bukankah wahyu pertama Al-Qur’an adalah perintah untuk membaca?
Setengah jam setelah membaca, 50% isi buku akan hilang dari ingatan pembaca. Setelah 24 jam berlalu, pembaca akan melupakan 80% isi buku. Maka …
TULISLAH ¡
Semoga Bermanfaat …
- Dida -

Komentar Terbaru