You are currently browsing the category archive for the ‘Lilih’ category.

krn bidadari ada di bumi

Judul              : Karena Bidadari ada di Bumi
Pengarang     : Hani Hendayani dan Amatullah Shafiyyah
Tebal buku     : 132 halaman
Tahun terbit   : Maret 2005
Penerbit         : Gema Insani, Jakarta

SINOPSIS

Buku yang berjudul “Karena Bidadari ada di Bumi”, mengangkat seorang tokoh wanita bernama Andina. Ia adalah seorang wanita yang sejak kecil telah ditinggal orang tuanya, Andina tinggal bersama Romo dan eyang putrinya di sebuah kampung di dataran tinggi Dieng. Saat ia berusia sebelas tahun, eyang putrinya meninggal, sejak saat itu Andin hanya hidup dengan seorang kakek yang akrab dipanggil Romo.
Andina dibesarkan dalam pengasuhan yang masih kental dengan budaya jawa, bagaimana diri seorang perempuan itu yang mulia. Ia juga tumbuh di daerah yang masih asri, dimana pelajaran hidup selalu ia dapatkan dari alam dan lingkungan sekitar.
Andin saat menginjak dewasa diminta Romo untuk kuliah di Instutut Pertanian Bogor. Romo menginginkan Andin menjadi wanita yasng tangguh dan mulia. Awalnya Andin merasa berat untuk meninggalkan dataran tinggi Dieng, yang ia namai sebagai negeri para Bidadari. Di sanalah Andin merasakan kasih sayang dari orang-orang terdekat Andin, yaitu Romo dan eyang putrinya dan orang tuanya.
Demi harapan dari Romonya, Andin kuliah di Kedokteran Hewan. Namun ia terpana, karen ternyata dunia barunya sangat banyak tantangan dan sabgat berbeda dari tempat asalnya. Andin pernah menjadi ketua BEM, namun tak bertahan lama ksrenas banyak pihak yang oposisi dan beberapa permasalahan lainnya. Dan saat itu Andin kembali kehilangan cintanya, karena Romonya meninggal.
Andin menikah dengan seorang laki-laki yanmg belum pernah ia kenal. Ia mendapat informasi tentang suaminya itu dari ustadnya. Namun satelah dikaruniai tiga anak, Andin kembali harus kehilangan cintanya. Suami yang bagi Andin adalah sosok yang sungguh mencintainya ia apa adanya harus meninggalnkan Andin karena menjadi korban insiden.
Namun Andin menyadari, rentetan alur hidup yang Ia lalui sangat berarti. Ia baru sadar akan apa yang pernah dikatakan almarhumah ibunya. Akan kenangan seorang bidadari, dan Andin ingin menjadi bidadari di Dunia. Ia sanagt menawan dengan balutan akhlak yang mulia, bisa menjadi istri sholehah, dan anaknyapun menyebut ia adalah bidadari baginya. Ia tetap kukuh akan kesendiriannya, bukan karena tak ingin menjemput bahagian namun hanya ridho Allahlah yang ia perluakan hingga ajal menjemput tadi.

ANALISIS
Buku ini seperti novel namun di dalamnya penuh dengan kata-kata hikmah yang indah. Saat membaca cerita ini, seolah saya melihat sebuah kaca, membuat kita merenungi makna kehidupan. Yang paling menonjol dalam buku ini adalah bagaimana sosok wanita yang memiliki kepribadian seperti bidadari. Andin adalah cerminan salah satu bidadari dunia. Seperti yang tertulis dalam sebait tentang bidadari surga, ia menata dan meniti hati dengan hati bidadari, memicu dan memacu potensi dengan citra bidadari, memberi dan membara dengan kecemburuan bidadari, mengasah dan mengasuh dengan kasih bidadari, maka hidupnya sangat indah serta mempesona.
Kelemahan dari buku ini adalah pengalan-penggalan kisah yang tiba-tiba rancu. Dari kisah Andina yang begitu menghanyutkan, tiba-tiba ada perenungan yannnnng memecah alur. Tiba-tiba sudut pandang tokoh menjadi ambigu karena awalnnya orang ketiga menjadi sudut pandang pembaca. Namun isi dan makna dari buku ini sangat padat, banyak hikmah seperti apa tujuan hidup, bagaimana melihat dunia hingga apa yang tak indah manjadi indah. Cerita ini seperti pencarian makan hidup dalam filsafat. (Lilih)

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru dari Rumah Baca Cendekia

Join 13 other followers

Kunjungan

  • 12,106 kali
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.