You are currently browsing the category archive for the ‘Ririn Uktarini’ category.

Buku Asli

Judul : Syabab Hawl al-Rasul

Pengarang : Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi

Penerbit : Al-Andalus al Jadidah, Kairo:1430 H/2009 M

Buku Terjemahan

Judul : Sahabat Remaja Nabi

Penerjemah : Asy’ri Khatib

Penerbit : Zaman, Jakarta Timur Raya, 2011

Hal : 385 hal + 3 hal iklan + cover

 Teladan Kaum Muda

“Berikan aku sepuluh pemuda maka akan ku ubah dunia” (Ir. Soekarno)

“Satu orang tua hanya bisa bermimpi satu pemuda bisa merubah segalanya” (taujih)

“Sumber daya yang tidak pernah habis adalah pemuda” (M. Natsir)

Perubahan tidak akan pernah lepas dari pemuda. Keyakinan Ir. Soekarno untuk memplokamirkan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari semangat juang pemuda Indonesia kala itu. Bertindak dengan semangat perubahan. Dan tentunya demi perubahan yang lebih baik. Masa depan bangsa ini tak kan lepas pula dari peran pemuda Indonesia saat ini. Untuk itulah semangat juang pemuda harus ada pegangan dan koridornya dalam bergerak. Tidak hanya bisa bermodal semangat namun perlu dengan akhlak yang baik (akhlakul karimah). Buku yang diakrang oleh Fathi Fawzi Abd al-Mu’thi ini, memberikan makna perjuangan pemuda yang sesungguhnya demi Negara dan agamanya.

Ali bin abi tholib salah satu kader bentukan Rosululah yang juga sempat menjadi salah satu pemimpin umat muslim (Khalifaur Rosidin). Kiprahnya dalam penyebaran islam tidak perlu dipertanyakan lagi. Didikan sejak kecil langsung dari Rosulullah dan kepadanya pula Rosulullah menyerahkan putri kesayangannya, Fatimah az Zahra, yang dari mereka lahir punggawa-punggawa surga (Hasan dan Husein). Ali bin abi Tholib salah satu dari sepuluh orang yang dijanjikan surga atas dirinya. Islam juga telah memiliki kader handal dalam hukum Halal dan Haram dari kalangan pemudanya, Mu’adz bin Jabal. Rosulullah pernah bersabda tentang dirinya, “Petiklah Al-Quran dari empat orang: Abdullah bin Mas’ud, Ubay bin Ka’ab, Mu’azd bin Jabal, dan Salim, budak Abu Hudzaifah.”

Dalam buku terjemahan ini, Sahabat Remaja Nabi. Banyak hal yang bisa dipetik, kader remaja Rosulullah tumbuh menjadi manusia mulia dikalangan umat islam. Tidak hanya semangat mudanya yang berkobar namun juga semangat juang tinggi dalam ilmu dan perjuangan islam. Banyak keistimewaan dari setiap kader di sekolah Rosulullah ini. Salah satu ulama yang sangat terkenal dalam hal perawi hadis adalah Anas Bin Malik, terdidik di sekolah Rosulullah sejak umurnya sepuluh tahun, menjadi pelayan setia Rosulullah. Saat meninggal, para ulama berkata, “Hari ini telah berlalu separuh ilmu”. Ini bukti akan keluasan ilmu yang dimilikinya.

Inilah pemuda di jaman Rosulullah di tempa dalam didikan Rosul, sehingga menjadi pemuda yang gagah dan penuh dengan sarat. Banyak tokoh pemuda didikan Rosulullah yang bisa diambil pelajaran untuk kaum muda yang mengaku ingin menjadi perubah dunia ini, rela berkorban demi kejayaan islam tumbuh di negeri ini. Habib bin Zaid merelakan nyawanya untuk menyeru Musailamah si pembohong untuk bertaubat; Usamah bin Zaid yang gagah berani di barisan pertama pasukan perang, megibarkan bendera islam; Zaid bin Tsabit dengan kecerdikan dan ahli dalam ilmu faraid, dan masih banyak kader remaja Rosulullah lainnya yang bisa dijadikan acuan.

Secara bahasa buku ini mudah dipahami dan diberi penjelasan disetiap tokoh yang disebutkan, hal ini akan menambah pengetahuan kita terkait tokoh islam yang pernah hidup di zamannya. Banyak wawasan yang bisa diambil serta banyak cerita yang baru bisa didapat dengan membaca buku ini. Buku yang di terbitkan di Kairo ini, diharapkan bisa memberi acuan dalam pergerakan pemuda Islam yang mengaku ingin merubah bangsanya menjadi lebih baik. (rin)

Judul Buku : KEMI, Cinta Kebebasan yang Tersesat

Penulis : Adian Husaini

Penerbit : Gema Insani

Tahun : 2010 di Jakarta

Tebal : 316 hal + cover

Sudah menjadi asupan setiap pelajar di Indonesia yang mengenyam bangku pendidikan, salah satu topik pembahasan dalam mata pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan (PKn), “TOLERANSI”. Ada tiga hal yang disampaikan dalam bab ini. Pertama, toleransi umat seagama. Kedua, toleransi umat beragama. Dan yang ketiga, toleransi umat beragama dengan pemerintahan.  TOLERANSI yang artinya bersifat toleran, dalam kamus bahasa Indonesia TOLERAN bisa berarti bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dsb) yg berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Diharapkan dengan paham dalam berbagai perbedaan maka bisa bersifat toleran. Kata ‘toleransi’ atau ‘toleran’ muncul dari berbagai kemajemukan (plural) yang ada di Indonesia sehingga dalam ke tiga aspek diatas (toleransi seagama, antar agama, dan pemerintahan) akhirnya muncul toleransi antar sesama.

Hal yang membuat salah kaprah dunia pendidikan saat ini, munculnya paham yang meleburkan semua kemajemukan agama menjadi satu, yaitu paham PLURALISME. Semua agama ‘benar’ dipandang dari setiap pemeluknya di masing-masing agama. Sesuatu kekeliruan yang menjadi bukti gagalnya mata pelajaran PKn terutama pada bab TOLERANSI. Agama sudah dianggap sebagai buatan manusia, kitab suci disamakan dengan sekedar teks. Sebuah pola pikir yang di bolak-balik.

Salah satu peneliti di Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Jakarta, Institute for the Study of Islamic Thought & Civilizations (INSIST), dan Staf di Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (PKTTI-UI) Jakarta; Adian Husaini menuliskan kisah apik penuh makna dalam novelnya yang berjudul, ‘KEMI Cinta Kebebasan yang Tersesat’.

Dalam novel yang berlatar belakang pesantren ini mengisahkan tentang seorang santri yang keblinger dengan pikirannya sendiri berdalih untuk keselamatan umat justru membuat rusak umat.

“Saya kan menjadi liberal karena kesadaran saya sendiri. Bukan karena paksaan. Saya sadar, sesadar-sadarnya. Meskipun liberal, saya nggak dapat apa-apa. Saya ikhlas karena saya juga sedang belajar dan yang saya lakukan ini juga untuk kebaikan umat manusia….,” jelas Kemi salah satu tokoh dalam novel ini. Pemuda santri yang pergi dari pondok dan terjerumus dalam dunia liberal. Seorang aktifis islam liberal dan dengan bangga menyatakan keikhlasannya menjadi islam liberal bahkan sampai membawa nama Allah, saya lillahi ta’ala jadi orang liberal.

Suatu hal yang menarik dari cuplikan diatas. Menjadi liberal untuk kebaikan umat, bukankah ini justru memecah belah umat? Kata-kata tersebut termasuk kata-kata indah yang tujuannya untuk menipu/ zukhrufal qauli ghurura’ (Al-An’am:112). Kemi seolah-olah telah diperbudak pikirannya sendiri. Dalam novel ini, berbagai pertanyaan terlontar dari Rahmat, salah satu tokoh sahabat Kemi dari pesantren yang datang untuk membawanya balik secara pikiran dan jasad ke pesantren. Rahmat yang tertantang oleh Kemi bahwa pemikiran manusia selalu tergantung dengan kondisi lingkungannya maka memutuskan untuk terjun ke komunitas Kemi (komunitas islam liberal).

Proses liberalisasi Indonesia dimulai dari berbagai pesantren melalui alumni-alumni pesantren yang sudah terjerat dalam pikirannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi mudahnya seseorang menerima paham liberal adalah latar belakang hidupnya bisa dari himpitan ekonomi, frustasi karena putus cinta, hutang budi, keluarga yang keras, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal yang penting dalam setiap mengambil keputusan adalah keteguhan iman. Akidah harus benar. Sedangkan dalam islam liberal, semua itu tidak ada. Agama adalah sama, semua benar hanya penyebutan nama Tuhannya lah yang berbeda. Kalau ini logika yang digunakan justru akan menambah keyakinan baru di Indonesia. Orang islam akan mulai berdoa dengan menyebut tuhannya tidak lagi Allah tapi Yahwe. Begitupun dengan Kristen tidak lagi mengakui Isa sebagai Tuhan tapi sebagai nabi. Serta agama-agama lainnya yang bebas memilih nama tuhan dari berbagai agama. Sesuatu pemikiran yang sebenarnya hanyalah kesesatan berlogika. Kata-kata indah (zukhrufal qauli)  yang bertujuan untuk menipu (ghurura’). Dari segi ini saja sudah tidak jelas paham liberalis apalagi mengarah kepada anak dari liberalism itu, kesetaraan gender.

Pada bab ke tujuh terdapat dialog antara Bejo seorang wartawan dan Doktor Ita, seorang aktifis feminis. Doktor Ita adalah seorang wanita yang sudah menikah walau terbilang sudah berumur namun terlihat masih muda. Kegiatannya sehari-hari adalah sibuk membela hak-hak feminis, homo, dan lesbian yang jelas-jelas dia tidak paham benar hak dan keawajiban wanita dalam islam. Selama ini dia hanya melihat sosok wanita dalam islam itu lemah, selalu menjadi budak nafsu lelaki, hanya suruh mengurusi rumah, dan dilarang untuk pergi tanpa ijin sang suami. Hal ini membuatnya gencar membuat seminar dimana-mana dan pulang sampai larut malam bahkan tidak pulang. Saat ditanya tentang kondisi keluarga dia bilang merasa bahagia dengan kondisinya saat ini, dengan suami yang sangat memahami dirinya. Dalam prinsipnya, harus ada kesetaraan gender dalam hal apapun. Bahkan yang paling ekstrim adalah dia mengakui bahwa bacaan ngajinya lebih bagus dari sang suami dan dia berhak menjadi imam sholat di keluarganya. Tidak perlu menyediakan makanan untuk suami jika sedang terburu-buru dan yang jelas, suami bisa menjalankan semua tugas yang selama ini selalu dibebankan pada istri. Namun saat kebebasan itu di putar balikkan, apabila sang suami meminta poligami justru ini menjadi senjata bagi dia bahwa suami itu telah melakukan eksploitasi terhadap wanita. Sesuatu hal yang perlu dipertanyakan adalah dimana letak kebebasan itu? Sesuatu yang tidak sesuai dengan pemikirannya (doctor Ita) dianggap salah dan hanya pemikirannya saja yang benar, apa ini bukan namanya pembatasan berpikir? Sungguh mereka (orang-orang liberal) sudah terkalahkan oleh pola pikir mereka sendiri hanya saja mereka tidak mau mengakui hal tersebut.

Selain Doktor Ita, dalam proses Rahmat menyadarkan Kemi, muncul aktifis feminisme juga yang dari background pesantren. Seorang anak dari kyai terkenal pergi dari rumah dengan alasan membuka wawasan lebih luas justru membawanya masuk ke dalam lubang biawak. Berkoar-koar di jalan menolak adanya RUU Pornografi dan Pornoaksi dengan dalih bahwa itu telah melanggar hak asasi manusia untuk berkreasi padahal sang ayah berdiri di depan untuk memperjuangkan terpenuhinya RUU tersebut.

Siti, sosok santri berkerudung namun masih membentuk lekuk tubuhnya. Seolah-olah bakaian hanya syarat untuk menutupi kulit bukan aurat yang harus dijaga. Dia begitu dinamis, agresif, dan seperti halnya aktifis liberal lainnya, hyperactive. Salah satu yang menarik dalam novel ini adalah perlawanan logika liberal yang begitu mudah dipatahkan hanya dengan membalikkan logika mereka sendiri.

Berakhirnya petualangan Kemi dan Rahmat diawali dengan meninggalnya seorang aktivis liberal, Kyai Dulpikir yang sebelum meninggalnya sempat bertaubat. Setelah terjadi perdebatan antara Rahmat yang tidak terima kyai tersebut mentafsirkan surat dan hadist atas semaunya sendiri (oleh Kyiai Dulpikir) dalam sebuah seminar Nasional di universitas mereka (Kemi dan Rahmat), Universitas Damai Sentosa. Salah penafsiran yang selalu terjadi dan disengaja oleh kaum liberal adalah surat Al-Baqarah:62.

“Ayat ini membuktikan, Islam adalah agama yang mendukung pluralism agama. Ayat ini membuktikan, kaum Yahudi, Nasrani, Muslim dan agama apapun, asal percaya kepada Tuhan dan berbuat baik pada sesama, yakni beramal saleh, maka ia dapat pahala dari Allah SWT,” jelas Kyai Dulpikir atas kesalahan tafsirnya.

Kesalahan tafsir ini, dia kutip dari Tafsir Al Manar karya Rosyid Ridho untuk mendukung pendapatnya padahal dia (Kyiai dulpikir) hanya mengambil sepenggal dari isi tafsir tersebut. “Padahal disebutkan bahwa penjelasan tentang keselamatan kaum Yahudi dan Nasrani dibahas dalam jilid IV. Disebutkan bahwa surah Al-Baqarah ayat 62 dan Al-Maa’idah ayat 69 adalah membicarakan keselamatan Ahlul Kitab yang kepada mereka dakwah Nabi (Islam) tidak sampai menurut yang sebenarnya, dan kebenaran agama tidak tampak bagi mereka. Karena itu, mereka diperlukan seperti Ahlul Kitab yang masih hidup sebelum kedatangan Nabi,” jelas Rahmat.

Selain itu dijelaskan juga tentang oleh Rahmat isi Tafsir Al Manar bahwa kaum Yahudi dan Nasrani yang dakwah Islam belum sampai kepada mereka maka yang berlaku adalah surah Ali Imran: 199, saat Rasyid Ridho menetapkan lima syarat keselamatan, yaitu: 1) beriman kepad aAllah dengan cara yang benar 2) beriman kepada Al Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad 3)beriman kepad kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka 4)rendah hati (kusyu) 5) tidak menjual ayat-ayat Allah.

Mendengar penjelasn itu kiyai Dulpikir hanya manggut-manggut dan dibuat mati kutu oleh Rahmat hingga selesai mengungkapkan isi hatinya, Rahmat menjabat tangan kiayi Dulpikir dan meninggalkan ruang seminar tersebut. selang beberapa menit, seminar tersebut ditutup dan kiayi Dulpikir menitipkan salam kepada Rahmat melalui Kemi dan meneteskan air mata merasa sangat bersalah terhadapa sifatnya selama ini. tiba-tiba kiayi itu terjatuh dan meninggal. Menurut dokter penyakit jantungnya mendadak datang lagi.

Bermula dari peristiwa meninggalnya kiayi Dulpikir tolak awal berakhirnya perjalan mereka. Rahmat yang terkejut dengan hebohnya berita kematian Kiyai Dulpikir merasa sangat cemas. Dia berkali-kali menghubungi Siti yang saat itu sudah mulai merasakan hidayah sejak kedatangan Rahmat ke dunia Kemi namun tidak bisa tersambung. Dia menguhubungi kyiainya, Kyiai Rois yang menyuruhnya untuk datang pada Kemi, meminta wejangan hingga ia dituntun untuk menghubungi kenalan kiayi Rois yang seorang wartawan.

Singkat cerita Kemi mengetahui kebenaran dari temannya sendiri Roman yang ternyata hanya memperbudak Kemi, Siti, dan kawan-kawan lainnya untuk menyebarkan paham liberal yang merupakan lading bisnis. Kucuran dana untuk mengadakan pelatihan semua itu didapat dari luar negeri, Roman dan Farsan (orang yang mengajak Kemi ke Jakarta) adalah bagian dari pebisnis yang menggadaikan imannya dengan segepok uang. Kemi yang mengetahui hal tersebut marah dan bingung pemikirannya sendiri. Dia terombang ambing dengan pemikirannya. Selama ini dia sangat tulus untuk menyebarkan paham liberal yang dia anggap bisa membawa keselamat bagi umat islam. Namun setelah tahu kenyataan itu, Roman tentunya tidak membiarkan Kemi dan Siti untuk bisa hidup. Siti diracun oleh Roman dengan Potassium Sianida yang merusak beberapa organ pentingnya sedangkan Kemi bergulat dengan algojo Roman hingga membuatnya terkapar Untunglah warga menyelamtkan mereka dan membawa secepatnya ke rumah sakit dan Roman dia terjerat pasal atas kekerasan dan percobaan pembunuhan serta human trafficking (ex: pengeksploitasian kerja fisik). Dari sini ssemua berakhir. Rahmat bisa meyakinkan kelurga Siti untuk menerima Siti kembali ke pesantren dan mengajarkan ilmu yang selama ini dia pelajari dari berbagai peristiwa dengan ilmu-ilmu pesantren sebagai menebus dosa yang selama ini dia lakukan, penyebarkan paham kesetaraan gender. Dan Kemi mengalami tekanan mental. Dia dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa. Rahmat pun kembali ke pesantrennya.

Sejak dulu santri adalah lascar jihad yang selalu menegakkan syariat islam dalam negeri ini. dulu, kini, dan akan datang oleh karena itulah banyak pihak luar yang ingin melukis Indonesia dengan keinginan mereka melalui pesantren. Hal yang perlu dicermati adalah kader pesantren harus dijaga dan jangan sampai mudah terprofokasi hanya dengan embel-embel uang. Dan novel Kemi: Cinta Kebebasan yang Tersesat ditulis sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap mas depan pendidikan Islam, khususnya pendidikan pesantren yang secara terang-terangan diserbu oleh gelombang liberalism (penerbit).

Judul Buku      : Matematika Alam Semesta

Pengarang       : Arifin Muftie

Penerbit           : PT Kiblat Buku Utama Bandung

Kesan  takjub yang pertama kali terlintas membaca buku yang berjudul “Matematika Alam Semesta”. Dalam pembahasan buku ini, berbagai bilangan prima dan misterinya dijelaskan dengan detail. Mulai dari misteri angka itu sendiri yang mengungkap berbagai keunikan didalam alqur’an. Dengan  enkripsi-enkripsi bilangan tersebut keterkaitan bilangan prima dengan struktur penulisan ayat dan kata dalam alqur’an akan diketahui.

Buku karya Arifin Muftie ini berisikan sepuluh pembahasan. Pertama, membahas tentang keterpeliharaan Alqur’an. Bab pertama ini menjelaskan perjalan dari pendokumentasiaan dan penjagaan Alqur’an yang tetap terjaga dari keasliannya. Kedua, Alqur’an ‘Antisipasi ke Depan’, cukup jelaslah seperti judul babnya. Alqur’an berperan dalam antisipasi ke depan, terdapat berbagai peristiwa yang sebelumnya belum ditemukan oleh ilmuwan sudah dijelaskan terlebih dahulu didalam alqur’an, misalnya :

“Dia membiarkan kedua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing”. (ar-Rahman [55]: 19-20)

Penulisan ini sudah terdapat di Alqur’an sebelum seorang ilmuwan Prancis Jacques Yves Cousteau meneliti laut Gibraltar dan menemukan sebah fakta bahwa pertemuan antara air dari Laut Mediteranian (Laut Tengah) dengan air dari Lautan Atlantik tidak bercampur, walaupun keduanya air asin. ini hanya salah satu contoh dari kesekian kali contoh yang sudah dijelaskan di dalam Alqur’an.

Untuk bab yang ketiga, Matematika dan Bilangan Prima. Seperti yang disinggung di awal penulisan. Akan terdapat banyak pengungkapan dan misteri bilangan prima.

Salah satu hal yang menakjubkan, dalam era komputer kita memberi­kan kodetifikasi semua hal yang penting dan rahasia, di bank, asuransi, dan perhitungan-perhitungan peluru kendali, security system dengan enkripsi, dalam angka jutaan bilangan-bilangan yang tidak habis dibagi oleh angka lainnya. Ini diperlukan ka­rena dengan penggunaan angka lain, kodetifikasi tadi dapat dengan mudah ditembus. Fenomena inilah yang ditemukan il­muwan dari Duesseldorf (Dr. Plichta), sehubungan dengan pen­ciptaan alam, yaitu distribusi misterius bilangan prima. (dikutip dari Matematika Alam Semesta).

Judul                           : Sherlock Holmes : Misteri Yang Tidak Terpecahkan

Pengarang                   : Mitch Cullin

Penerbit                       : Penerbit Hikmah

Halaman                      : 513 hal + xiv

Sebuah buku terjemahan pada umumnya memiliki tingkat bahasa dan jalan cerita yang berbeda dari pada buku non terjemahan pada umumnya. Tidak terkecuali dalam kisah lelaki tua yang dahulunya tersohor, Serlock Holmes. Detektif terkenal sepanjang cerita petualangan kasus misteri.

Novel yang dahulunya dikarang oleh Conan Doyle ini, akan mengalami banyak perbedaan saat dikarang oleh Mitch Cullin. Banyak sanjungan yang didapatkannya dari media-media di Amerika. Seperti halnya media The New York Time mengatakan bahwa novel ini mengaharukan, sebuah gambaran menyentuh tentang masa tua seorang pria yang dahulu pernah bebas.

Pada pembukaan cerita ini akan didapatkan lelaki tua renta yang terlihat tidak berdaya dengan ketuaannya. Berjalan layaknya lelaki jompo pada umumnya. Kegagahan diusia mudanya seakan tertelan usia tuanya. Kejayaannya tak terlihat sedikitpun.

Ya, dia adalah Serlock Holmes, detektif favorit kita yang hilang ditelan usia. Namun dalam ketuannya ini, kemampuan mudanya akan diuji lagi dalam sebuah kasus. Dalam perjalan kisah tuanya ini, terdapat masalah yang harus dia selesaikan dan hadapi. Bahkan diakhir kisah, masalah yang rumit membuatnya terlihat lebih tidak berdaya.

Kisah Holmes diawali dengan menuliskan kisah petualangan memecahkan sebuah kasus di jaman mudanya ke dalam sebuah buku harian. Perlahan ingatan yang udah lama pun mulai di ingat-ingat lagi. Berlanjut dengan perjalannnya di Kobe menyelesaikan sebuah kasus di usia tuanya. Dan puncak dari kisah ini adalah penderitaannya ditinggalkan oleh orang yang sangat dia kasihi.

Dalam perjalan menyelami kasus, banyak istiah-istilah asing yang unik, menambah pengetahuan kita tentang alam, budaya, dan lebah. Misalnya dari sebuah kejadian alam yang lebih dekat dengan kita yaitu tentang lebah dan tabuhan. Jika kita disengat oleh tabuhan kemungkinan yang akan kita lami adalah kejang perut, mual-mual, tekanan darah anjlok, ada perasaaan lemah lunglai, tenggorokan dan mulut membengkak, sehingga kita tidak akan bisa menelan dan meminta tolong kepada orang lain, perubahan denyut jantung, kesulitan bernapas, dan terakhir kita akan jatuh dala keadaan sekarat. Dan yang memicu seekr tabuhan untuk menyengat adalah karena adnya ketidak nyamanan dari kita manusia. Salah satu adegan  dalam novel in yang menerangkan ini, peristiwa meninggalnya Roger anak dari Mrs. Munro pembantu Holmes. Kematian yang diakibatkan kesalahan menyiram lubang rumah tabuhan dengan air.

……………………………………………………………………………………………………..

Bocah itu telah disengat, tentu saja. disengat berkali-kali, Holmes tahu sejak pertama kali lihat. Sebelum Roger mati, kulitnya menjadi kemerahan, gatal-gatal disekujur tubuh. Barangkali Roger kabu dari para penyerannya. Apa pun yang terjadi, Roger telah menyulurkan dari pekarangan lebah ke padang rumput, dikejar oleh kawanan lebah. Tak ada indikasi muntah di pakaiannya atau disekitar bibir dan pipinya, meskipun bocah itu pastilah menderita kejang perut, mual-mual. Tekanan darahnya anjlok, menimbulkan perasaan lemah lunglai. Teggorokan dan mulut sudah pasti membengkak, membuatnya tak bisa menelan atau meminta tolong. Perubahan denyut jantung tentu mengikuti, juga kesulitan bernapas, dan barangkali pikiran mengenai maut yang mendekat (Roger adlaah anak yang cerdas……………). Lalu, seperti tergelicir memasuk sebuah pintu bawah tanah, dia roboh di tengah rerumputan dan menjadi tak sadarkan diri  — sekarat……………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………..

Dari budaya banyak hal yang terjadi dalam perjalan Holmes di Kobe,Jepang. Tertama perjalanannya denga Mr. Umezaki di sebuah pantai. Perjalan mencari sebuah daun prickly ash yang digunakan sebagai royal jelly. Terdapat seorang shamisen, di tepi pantai yang di ikuti oleh anak-anak kecil dibelakangnya. Dalam bahasa Indonesia shamisen berarti sejenis kecapi.

…………………………………………………………………………………………………….

Dengan bantuan Mr. Umezaki, Holmes berdiri disampingnya, menatap ke balik rumput liar. Mereka melihat sebuah arak-arakan renggang dan panjang anak-anak di pantai, bergerak pelan kea rah selatan menuju tempat para pemulung pantai; pad tempat paling depan berjalanlah seorang lelaki berambut acak-acakan dalam balutan kimono hitam (jari tengah dan telunjuk salah satu tangnnya menekan senar).

“saya kenal orang-orang semacam dia,”tutur Mr. Umezaki setelah arak-arakan itu bergerak menjauh.”Mereka adalah pegemis yang bermain demi makanan atau uang. Sebagian besar sngat terampil memainkannya—sebenarnya mereka cukup makmur di kota-kota yang lebih besar.”

…………………………………………………………………………………………………………………

Namun dari segi alur kita akan mendapatkan alur yang begitu rumit, tidak seperti sebgaian novel lainnya. Dan ini adlah cirri khusus dari setiap permasalahan yang terjadi dalam sebuah kasus petualangan. Yang membedakan dengan novel pad umunya adalah kita mendapatkan tiga kasus dalam novel ini. Dan alur dalam setiap kisahnya akan saling terpisah dalam setiap kelanjutannya. Jika kita termasuk orang yang tidak terlalu suka dengan membaca aka merasa cepta bosan. Begitu pun jika kita termasuk awam dalam membaca novel, hal membosankan akan kita temui terlebih dahulu sebelum menyelesaikan kisah ini.

Ke tiga kisah yang akan kita dapati adalah kisah pada masa lalu Holmes yang tidak pernah ia pecahkan masalahnya dan diakhiri dengan meninggalnya seorang gadis yang dikasihi oleh Holme sekaligus istri dari kliennya. Dan dikasus yang kedua, Holmes akan mengajak kita berjalanjalan mengunjungi dengeri Sakura yang berakhir dengan sebuah pengakuan masa lalu Holmes. Sedangkan peristiwa kasus terakhirnya adalah kehidupan Holmes saat ini yang sekali lagi dtinggal oleh orang yag dia kasihi. Ketiga kisah tersebut dirangkai dalam satu rangkaian peristiwa, tersusun begitu apiknya. Diakhir kisah akan didapata Holmes yang tenggela dalam dukanya

Hati Sebening Mata Air : Bahasa Mudah Dipahami Dan Tidak Menggurui

Judul Buku : Hati Sebening Mata Air

Pengarang : Amru Khalid

Penerbit : AQWAM

Tebal Buku : 264 hal

Tahun Terbit : 2006

Buku yang berjudul “Sebening Mata Air ”, merupakan buku terjemahan dari Mesir. Buku yang berjudul aslinya Islahul Qulub, membahas permasalahan yang sering muncul di kehidupan sehari-hari. Terdapat 10 bab pembahasan dalam buku ini. Diataranya tentang Ikhlas, Riya’, Taubat, Tawakal, Cinta Haaba Pada Allah, Cinta Allah Pada Hambanaya, Tanda-tanda Cinta Allah KepadaHambanya, Mengendalikan Diri, Jalan Menuju Surga, dan terakhir Takut Kepada Allah. Dalam pembahasan setiap permasalahan babnya disertai dengan Hadist-hadist dan ayat-ayat pendukung serta beberapa conto cerita sahaat Rosul.

Buku yang ditulis oleh Amru Muhammad Hilmi Khalid, itu nama aslinya, mempunyai gaya tersendiri dalam penulisannya. Dengan gaya bahasa yang tidak terkesan menggurui, Amru Khalid, nama singkatnya, membuat kita merasakan sesuatu yang diharapka olehnya terjadi saat kita membaca buku ini. Setiap kata yang dirangkai membentuk kalimat yang embuat kita merenungi segala perbuatan kita baik yang sudah lampau atau yang sedang kita lakukan sekarang serta langkah apa yang akna kita lakukan unuk masa depan. Sebuah kalimat pengingat tentang perilaku kita itulah yang ia coba sajikan dalam buku ini. Semisal pada halaman 64 tentang sub bab Lalai Dengan Tujuan Penciptaan.

……………

Sufyan ats-Tsaury ra.,tabi’in yang menimba ilmu dari sahabat, berkata, “suatu hari aku duduk-duduk menghitung dosa-dosaku. Lalu aku berkata pada diriku,’Kau akan bertemu Allah, wahai Sufyan, Dia akan menanyakan padamu dosa dei dosa’.”

Bayangkanlah siapa Abu Sufyan? Ia seseorang Imam Tabi’in. Lalu berapa kali kita menghitung dosa yang kita lakukan?

Lalu ia berkata lagi dirinya, “Inikah yang kau ingat, Wahai sufyan. Bagaimana dengan yang Allah ingat, dank au melupakannya? Bertaubatlah sebelum kau bertemu Allah.”Lalu, ia berkata lagi,”Akupun duduk mengingat-ingat umurku setahun dei setahun. Lalu berdiri santai, aku merasa tenang.”

Pernahkah kita mengingat waktu awal kedewasaaan kita mengingat waktu kedewasaan kita, dan bertaubat dari dosa masa kecil? Tahun pertama kita telah betaubat, lalu bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya? Sudahkah kita bertaubat dari dosa yang telah kita lupakan?

…………………………………..

Dari cuplikan diatas mengngatkan kita akan dosa kita yang telah lampau baik yang masih kita ingat maupun yang telah kita lupakan dan hanya Allah yang masih mengetahuinya. Suatu kalimat yang mengajak kita untuk merenungi perilaku kita dan tidak terkesan untuk menggurui.

Dari buku ini terdapat berbagai petuah dan moivasi untuk menjalani hidup menjadi lebih baik dan melakukan sesuatu dengn sebaik-baiknya sesuai dengan yang telah diajarkan Allah melalui utusannya. Dengan kalimat yang ringan mudah dipahami dan berbagai contoh memperjelas kalimat pesan dari Amru Khalid. Pria kelahiran mesir ini membuat buku ini unggul dari segi bahasa yang mudah untuk dipahami dan dimengerti maksud penulisan buku ini. Selain tiu dengan hadist dan ayat-ayat penunjang menambah wawasan terhadap topic pembahasan.

Penuh Inspirasi Dan Semangat Juang

Judul Buku : Aku Terlahir 500 gram Dan Buta

Pengarang : Miyuki Inoue

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tebal : xiv+183 hal

Tahun Terbit : 2008

Apa yang akan kita lakukan jikalau kita terlahir dalam keadaan abnormal dan buta? Tentunya kita akan merasa minder dengan pergaulan sehari-hari. Dan merasa hanya sebagai anak cacat yang tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan orang lain. Ini sebuah kebiasan mind set seorang abnormal namun berbeda halnya dengan Miyuki, gadis jepang yang terlahir dengan berat 500gram dan buta. Walau dengan ketidak sempurnaan fisik, dia tetap melanjutkan hidupnya dengan optimis dan penuh perjuangan. Berbagai prestasi telah ia raih dari ia kecil hingga dewasa. Diantaranya pada tahun 1998, pemenang lomba mengarang tingkat Kyushu dan 1999 karyanya mengantarnyamenjadi pemenang. Kekurangannya tidak menjadikan alasan baginya untuk melakukan seperti yang orang normal lakukan bahkan bersepedapun ia lakukan dengan mata yang tidak berpenglihatan.

Dalam buku’Aku Terlahir 500 gram dan Buta’ini berbagai pengalam dan kisah dari hidupnya ia tuangkan. Mulai dari sebelum ia dilahirkan sampai ia sekarang saat ini. Terdapat kisah-kisah menarik dalam buku ini, diantaranya saat keinginannya untuk menaiki sepeda layaknya orang normal pada umumnya. Dengan duungan sang ibu ia mulai belajar menaiki sepeda walaupun sapai 32 kali dia terjatuh dan tanpa edikitpun sang ibu membantunya untuk berdiri dari jatuh.

……………………………….

Suatu hari, aku mendengar lagu tentang ‘naik sepeda’ yang diputar di radio. Indah syairnya. Mendengar lagu itu, aku ingin mencoba naik sepeda, mencoba merasakan bagaimana rasanya diterpa angin saat menaiki sepeda.

Ibu, boleh tidak aku belajar naik sepeda. Lagu itu bercerita tentang enaknya naik sepeda dan aku ingi mencobanya,”kataku.

Wah kenapa tidak? Ayo dicoba!”Ternyata ibu mendukungku Kami menunggu waktu samai hari Minggu, saat Ibu mendapatkan libur.

…………………………………….

Ayo Miyuki, pertama ibu akan membantumu cara memegang sepeda ini. Lalu cobalah sendiri cara memegangnya. Setelah itu kamu belajar duduk dulu. Ayo, kamu harus bisa!” ibu menyemangatiku.

……………………………………

Aku tidak percaya ini. Jahat sekali Ibu. Masa anaknya jatuh dari sepeda malah diam saja. dia hanya berteriak dari bangku,”Ayo cepat berdiri!”

Sakit,”keluhku………..

……………………………………

Setelah 32 kali jatuh, aku lupa rasa sakitku. Yang bisa aku lakukan hanyalah mencoba dan terus mencoba menaiki sepeda.

Saat itu ada angin menerpaku. Aku bisa naik sepeda! Ibu berlari kearahku. “Kamu hebat, Miyuki. Kamu terus bersemangat dan berusaha sampai bisa!” Dia memelukku.

……………………………..

Dari cuplikan diatas banyak hal yang bisa kita ambil dan teladani perjuangan dari anak buta yang ingin merasakan sesuatu yang kebanyakan orang blang hanya bisa dilakukan oleh orang normal. Dengan usaha yang keras dan semangat tinggi ia akhirnya bisa mencapai tujuannya. Tenu saja dengan dukungan dari seorang ibu.

Cara mengajar yang berbeda kita dapatkan dari penggala cerita di atas. Memperlakukan seolah-olah Miyuki sebagai anak normal, ia berikan kemandiran kepadanya. Sikap yang jarang diperakukan kepada anak cacat pada umumnya.

Sedangkan dari segi bahasa, penggunaan kata ganti orang pertama tunggal membuat pembaca serasa dialah tokoh utama dalam kisah ini. Bisa merasakan perjuangan, semangat, kerja keras dari anak cacat yang berjuang meraih tujuannya. Bahkan bisa membawa pembaca untuk meras benci ataupun sayang terhadap sikap sang Ibu. Serta bisa pula merasakan perjuangan sang ibu dalam membesarkan dan mendidik Miyuki menjadi gadis yang mandiri.

Dalam buku ini terdapat foto-foto pendukung dari setiap kisahnya. Dari saat dia masih kecil, di ruang incubator , saat dia meraih penghargaan atas karya-karyanya, saat periatiwa dia naik sepeda, dan masih banyak lagi foto-foto yang mencerminka keunggulan-keunggulannya dari pada seorang gadis normal biasa.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru dari Rumah Baca Cendekia

Join 13 other followers

Kunjungan

  • 12,106 kali
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.