You are currently browsing the tag archive for the ‘Kesehatan’ tag.
Judul Buku : Saatnya Dunia Berubah!
Penulis : Siti Fadilah Supari
(Mantan Menteri Kesehatan RI)
Buku fenomenal karangan –mantan- orang nomor satu di Departemen Kesehatan ini, pertama kali “meledak” bukan di Indonesia. Tapi, di negara tetangga. Australia. Disanalah digelar symposium nasional yang membahas karya dokter ahli jantung ini. Kebanyakan para ahli memuji sikap Menkes yang berani unjuk suara terhadap ketidakadilan di dalam sistem kesehatan dunia. Barulah setelah mengetahui ada kabar symposium di Australia, media massa di Indonesia berusaha meledakkannya di dalam negeri. Tak butuh seminggu, Menkes sudah dibicarakan masyarakat mengenai karyanya yang kritis tersebut.
Berbicara mengenai kekritisan sang menteri dalam bukunya. “Saatnya Dunia Berubah” membahas habis mengenai sistem kesehatan di dunia (di bawah naungan WHO) yang penuh ketidakadilan bagi negara-negara berkembang. Secara gamblang beliau menjelaskan panjang lebar mengenai sistem tersebut.
Sebuah sistem pendistribusian virus dari negara berkembang yang diambil sampelnya disetor ke WHO (Penyetoran tersebut seringkali tanpa kontrak yang jelas) dari sanalah WHO membawa virus ke laboratorium Departemen Pertahanan Amerika. Yang membuat Siti Fadhilah sewot adalah dengan dibawanya sample virus ke lab tersebut telah menimbulkan tanda Tanya besar. Virus pasti akan dibuat antivirusnya dan dijual kembali kepada negara berkembang dengan harga yang sangat mahal (padahal sample virus tadi diambil dari negara berkembang).
Presentasi makalah (sebelum dibukukan) Siti Fadhilah Supari untuk mereformasi ulang sistem tersebut mendapat apreasiasi luas di kalangan Internasional. Khususnya negara-negara Afrika. Beliau menekankan perlunya kedudukan yang jelas negera pengirim sample dalam kasus pembuatan antivirus ini. Agar kedepannya tercipta sistem yang berkeadilan bagi negara-negara berkembang (yang notabene sering terserang penyakit bervirus).
Demikianlah, disaat pemerintahan- pemerintahan negara lain bungkam terhadap sebuah permasalahan besar. Dari Indonesia kita mempunyai menteri –yang mirip dengan Ali Alatas- berani menyuarakan keadilan tanpa menyuarakan suara antiasing. Sayangnya, dalam pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II SBY-Boediono. Orang-orang seperti Siti Fadhilah Supari tersingkir dari kursi menteri. Wallahualam apa rencana pemerintahan yang baru ini.
(Subandi Rianto, Ilmu Sejarah-UNAIR, 0812 2779 7042).
Resensi buku
Judul buku : Meningkatkan Daya Tahan Tubuh untuk Orang yang Mudah Sakit
Penulis : Dr. Kenneth Cooper
Penerbit : Kuadran
Tahun terbit : 2007
Tebal buku : 96 hal.
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa isi buku ini telah menjawab tantangan globalisasi. Dibidang kesehatan tentunya. Di zaman serba modern seperti sekarang ini, dimana alat-alat dan teknologi kedokteran juga semakin canggih, tak disangka perkembangan berbagai pola penyakit juga semakin meningkat dan begitu bervariasi. Disamping masih maraknya penyakit infeksi, berbagai penyakit degenerative seperti kanker, kolestrol, diabetes, dsb. kini tidak lagi hanya menyerang para orang tua di akhir usia senjanya, tapi juga telah akrab dengan pemuda-pemuda di usia mereka yang masih sangat produktif. Apakah penyebab semua ini?
Dengan bahasa yang lugas, penulis yang merupakan seorang dokter, mencoba membuka mata kita mengenai akibat negative dari kondisi lingkungan disekitar kita yang nian memburuk beserta gaya hidup yang semakin jauh dari prinsip-prinsip Health Style. Hingga pada akhirnya manusia modern di abad ini semakin rentan terhadap bahaya radikal bebas dari lingkungan maupun dari dalam tubuhnya sendiri.
Selanjutnya, berbagai tips dan pengetahuan segar mengenai cara-cara melawan radikal bebas dan meningkatkan daya tahan tubuh dapat kita temui di buku ini. Diantaranya pada bagian awal pembahasan dibuku ini disajikan apa saja pemicu radikal bebas beserta empat langkah untuk melawannya. Untuk selanjutnya, pembahasan mengenai antioksidan sebagai zat pelawan radikal bebas dijelaskan secara gamblang dan menarik pada bab-bab berikutnya. Info-info penting mengenai pentingnya mengkonsumsi madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan cara-cara mencegah penyakit infeksi musiman seperti influenza juga bisa kita temui dibuku mungil ini. Sehingga buku ini sangat cocok untuk dibaca bagi mereka yang sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu untuk membaca.
Mengenai desain sampul dan isi, buku terbitan kuadran ini tidak mengecewakan. Tata letak penulisan, besar huruf, ilustrasi dan gambar-gambar menarik yang menghiasi lembaran-lembaran buku ini, membuat kita nyaman untuk membacanya.
Hanya saja, untuk anda yang menginginkan referensi yang lebih mengenai peningkatan daya tahan tubuh terhadap berbagai panyakit, buku ini memerlukan dukungan dari buku-buku lain yang lebih lengkap. Karena, isi dari buku ini bersifat to the point atau langsung menuju inti . Maka tidak heran bila dengan harga sekitar 20.000 sampai 30.000 rupiah saja buku bersampul merah ini sudah dapat anda miliki. (Hakira Annisa)

Komentar Terbaru